Aparat akhirnya menangkap perempuan sahabat Presiden Korsel

Choi Soon-sil sudah bersahabat dengan President Park Geun-hye sejak 40 tahun lalu Hak atas foto EPA
Image caption Choi Soon-sil sudah bersahabat dengan President Park Geun-hye sejak 40 tahun lalu

Polisi akhirnya menangkap perempuan yang menjadi pusat skandal politik yang mengancam posisi presiden Korea Selatan.

Choi Soon-sil, sahabat lama President Park Geun-hye, dituduh kongkalikong dan turut campur dalam urusan negara.

Hari Senin, ia diinterogasi, menyusul pernyataan permintaan maaf untuk apa yang disebutnya sendiri sebagai "kejahatan yang tak terampuni."

Jaksa memiliki waktu 48 jam untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menahan Choi.

Hak atas foto EPA/JUNG UI-CHEL
Image caption Choi Soon-sil mengaku dia sudah 'melakukan dosa yang layak mendapat kematian'.

Senin malam kemarin, ia dikenakan penahanan darurat, dengan alasan bahwa jaksa khawatir dia bisa menghancurkan barang bukti dan bisa terbang ke luar negeri, ungkap kantor berita Korsel Yonhap.

"Ia sudah pernah mengungsi ke luar negeri, dan tak memiliki alamat tetap di Korea, membuatnya bisa terbang sewaktu-waktu," kata seorang jaksa kepada Yonhap.

Sebelumnya, Choi Soon-sil, yang sudah mengenal presiden Korea Selatan sejak 40 tahun lalu, mengajukan permintaan maaf setelah didakwa oleh jaksa.

Perempuan ini tiba di Kantor Kejaksaan di Seoul, Senin (31/10) dengan mengenakan topi hitam dan syal untuk mendengar dakwaan memanipulasi Presiden Park Gun-hye.

"Mohon maafkan saya," katanya, seperti dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap.

Presiden Park sudah lebih dulu meminta maaf karena mendapat nasihat dari dia dan mengaku seorang warga biasa yang belum melewati pemeriksaan keamanan mendapat akses untuk melihat beberapa naskah rancangan pidatonya.

Namun banyak yang menduga Choi memiliki pengaruh yang besar atas presiden Korsel tersebut.

Choi, yang berusia 60 tahun, juga dituduh memanfaatkan persahabatannya dengan Presiden Park untuk mendapat keuntungan ekonomi.

Hak atas foto YONHAP
Image caption Ratusan wartawan langsung mengerubuti Choi Soon-sil ketikat tiba di Kantor Kejaksaan Seoul.

"Saya sudah melakukan dosa yang layak mendapat kematian," tuturnya.

Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor kejaksaan, meminta agar Cho ditahan dan Presiden Park mengundurkan diri.

Skandal ini mengemuka pekan lalu setelah Presiden Park akhirnya mengaku Choi mengedit beberapa pidatonya dan memberi bantuan dalam urusan hubungan masyarakat.

Choi dilaporkan dekat dengan Park Park Gun-hye sejak ayah Choi, seorang pemimpin kelompok agama, berhasil meyakinkan Park bahwa dia bisa membantu Park untuk berkomunikasi dengan mendiang ibunya.

Namun ayah Choi membantah berita tersebut dalam sebuah wawancara tahun 1990 lalu.

Park, yang terpilih menjadi presiden tahun 2012 lalu, dikritik karena terlalu mengandalkan sekelompok kecil orang-orang dekatnya yang sudah lama dikenalnya.

Berita terkait