Pasukan khusus Irak mulai memasuki Mosul

Kendaraan militan di Mosul Hak atas foto @BBCIPANNELL
Image caption PM Haider al-Abadi mengatakan kepada 3000 hingga 5000 militan di Mosul, "tak ada jalan keluar".

Pasukan Irak memasuki perbatasan Mosul untuk pertama kalinya, dalamupaya mengusir militan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dari kota di bagian utara itu.

Pasukan Elit Kontra-Terorisme (CTS) mengambil alih gedung stasiun televisi milik negara di Kukjali, beberapa jam setelah melancarkan serangan terhadap distrik tersebut.

Namun jurnalis BBC yang menyertai mereka mengatakan, mereka menghadapi perlawanan sengit.

Beberapa unit tentara juga memaksa masuk ke area Judaydat al-Mufti di bagian tenggara kota, menurut keterangan militer.

Pada Senin (31/10) Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan kepada 3000 hingga 5000 militan yang diyakini berada di Mosul, yang mereka duduki pada Juni 2014, tidak ada 'jalan keluar' dan meminta mereka 'menyerah atau mati.'

Sekitar 50.000 personel pasukan keamanan Irak, gerilyawan Kurdi, anggota suku Arab Sunni, dan milisi Syiah terlibat dalam serangan yang telah berlangsung selama dua minggu itu untuk mengusir militan ISIS dari kubu pertahanan terbesar mereka yang terakhir di Irak.

Beberapa unit pasukan CTS merebut kembali Bazwaya, desa terakhir sebelum perbatasan timur Mosul, dalam serangan fajar pada Senin kemudian maju ke zona industri di Kukjali.

Hak atas foto @FERASKILANIBBC
Image caption Militan ISIS menduduki Mosul pada Juni 2014, mengusir tentara Irak.

Mereka segera bergerak kembali setelah matahari terbit pada Selasa (01/11), kali ini dengan tujuan memasuki kawasan penduduk di samping Kukjali, yang masih berada dalam batas kota.

Pasukan memiliki lebih banyak momentum dari yang diperkirakan siapapun pada saat ini, kata koresponden BBC.

Namun, ia menambahkan, mereka diserang dari berbagai arah dengan berbagai macam senjata.

Pasukan telah menghadapi RPG, senapan mesin, dan penembak jitu dengan senjata berat, juga telah memanggil serangan udara dari koalisi pimpinan AS.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pasukan menjumpai warga sipil yang mengirbarkan bendera putih, seperti orang-orang ini di Bazwaya.Troops are encountering civilians waving white flags, including these men in Bazwaya

Sejumlah warga sipil telah mendekati mereka, beberapa orang sambil mengibarkan bendera putih.

Beberapa waktu kemudian, ketika bangunan stasiun televisi milik negara berhasil direbut, komandan CTS Letjen Abdul Wahhab al-Saidi mengatakan sebagian besar wilayah Kukjali telah dikosongkan

Keselamatan warga sipil

Sementara Mosul dikepung, PBB mengungkapkan kekhawatiran akan keselamatan sekitar 1,5 juta warga sipil yang hidup di sana.

Pada Selasa (01/11), Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia mengatakan pihaknya telah menerima laporan terbaru tentang pembunuhan massal dan pengusiran paksa oleh ISIS.

Militan diduga telah membunuh 40 mantan prajurit dari kawasan Shura, sebelah timur Mosul, serta dari desa-desa di sekeliling kota Hamam al-Alil; dan membuang jasad mereka ke Sungai Tigris, kata juru bicara Ravina Shamdasani.

Hak atas foto EPA
Image caption Pasukan laskar Syiah berusaha menutup jalan keluar di sebelah barat Mosul.

Ia menambahkan, ISIS juga membawa lusinan truk dan bus ke Hamam al-Alil pada Senin pagi dalam upaya memindahkan secara paksa 25.000 orang ke dalam kota.

Banyak dari kendaraan itu dicegah oleh operasi koalisi militer di wilayah tersebut. Namun sebagian berhasil mencapai Abu Saif, tepat di luar bandara internasional Mosul.

Di tempat terpisah pada Selasa (01/11), Turki mulai mengerahkan tank dan kendaraan lainnya ke perbatasan negara itu dengan Irak, sekitar 100km ke arah barat laut dari Mosul.

Pemerintah Turki khawatir bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang mereka kategorikan sebagai kelompok teroris, akan menebar pengaruh lebih besar di Irak utara.

Pemerintah Turki juga mengatakan mereka ingin melindungi komunitas Turki Sunni di Irak dari gerilyawan laskar Syiah pro-pemerintah yang bergerak menuju Tal Afar, di sebelah barat Mosul.

Topik terkait

Berita terkait