Rekaman 'pemimpin ISIS' serukan tidak menyerah di Mosul

Baghdadi Hak atas foto ISLAMIC STATE VIDEO
Image caption Baghdadi menyatakan khalifah dari kota Mosul, Irak utara pada tahun 2014.

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Negara Islam atau ISIS merilis sebuah rekaman yang dikatakan berasal dari pemimpin tertingginya, Abu Bakr al-Baghdadi.

Jika benar, maka ini akan menjadi pesan pertamanya di depan publik lebih dari satu tahun dan juga menepis rumor bahwa ia sudah meninggal.

Suara dalam rekaman menyerukan pada rakyat Irak untuk mempertahankan kota Mosul dan melawan tentara Irak, yang berupaya untuk merebut kembali kota itu dari ISIS.

Baghdadi diyakini berada di Mosul bersama ribuan militan ISIS. Belum diverifikasi secara independen bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah Baghdadi.

Rumor seputar kematiannya telah berlangsung selama bertahun-tahun, termasuk tahun lalu ketika militer Irak mengklaim telah menyerang konvoinya.

Hak atas foto EPA/AHMED JALIL
Image caption Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mendukung pasukan Irak, pejuang Kurdi, dan kelompok-kelompok suku dalam merebut kembali kota Mosul.

Mosul, adalah kota terakhir yang dikuasai ISIS di Irak, tempat Baghdadi menyatakan kekhilafahan dua tahun yang lalu.

Pesan 'jangan mundur'

Dalam pesan yang dirilis pada Kamis pagi (03/11), terdengar suara: "Mempertahankan tanah air Anda dengan kehormatan seribu kali lebih mudah daripada harus mundur karena malu."

"Jangan mundur," katanya. "Perang total dan jihad besar ini hanya akan meningkatkan iman kami, Insya Allah, dan keyakinan kita bahwa ini semua merupakan awal kemenangan."

Pesan dalam rekaman tersebut menyerukan kepada orang-orang di Niniwe, salah satu provinsi Irak tempat kota Mosul berada, untuk melawan 'musuh-musuh Allah'.

Rekaman ini juga menyerukan lebih banyak lagi simpatisan ISIS untuk menyerang negara-negara lain.

Pasukan Irak, pejuang Kurdi, dan kelompok-kelompok suku yang didukung oleh koalisi internasional melancarkan serangan di Mosul pada tanggal 17 Oktober, sebagai merupakan upaya terbaru untuk merebut kembali wilayah tersebut dari ISIS.

Topik terkait