Smita Panvalkar, wanita India 'penentang' proyek Donald Trump

trump Hak atas foto AFP
Image caption Smita Panvalkar meninggal dunia pada bulan November 2015.

Lima tahun lalu, seorang wanita berusia 50-an yang tinggal di bangunan lusuh berumur 87 tahun di Mumbai, India, menjadi bahan pembicaraan karena "menentang" Donald Trump, kata wartawan BBC, Soutik Biswas.

Sejumlah laporan menggambarkan Smita Panvalkar, seorang ibu rumah tangga yang hidup dengan suami, anak laki-laki dan saudara prianya di lantai pertama bangunan sebagai "wanita tabah yang berada diantara Donald Trump, pengembang paling mempesona dunia, dan proyek pertamanya di India".

Pada tahun 2011, pengusaha besar tersebut bekerja sama dengan pengembang setempat untuk membangun Trump Tower, gedung 65 lantai yang pertama di India, berisi 50 apartemen sangat mewah di daerah kelas atas.

Hidup sederhana

Di kota yang haus tanah dengan harga real estat melangit, sebagian besar pembangunan gedung baru dilakukan setelah merobohkan bangunan lama, dengan memberikan ganti rugi dan pemukiman baru bagi penghuni sebelumnya.

Nasib bangunan empat lantai Pathare Prabhu Building di mana keluarga Panvalkar tinggal sejak tahun 1990, menjadi berubah. Terdapat 25 penyewa lainnya yang tinggal di rusun dengan harga sewa tetap pada bangunan di daerah mewah Chowpatty, Mumbai selatan, tidak jauh dari salah satu pantai paling ramai di kota itu.

Hak atas foto AFP
Image caption Lebih 20 keluarga tinggal di bangunan yang akan dirobohkan untuk membangun Trump Tower.
Hak atas foto ANUSHREE FADNAVIS/INDUS IMAGES
Image caption Prasad Panvalkar mengatakan istrinya adalah seorang "pejuang".

"Kami hidup sederhana. Bisa dikatakan tidak ada kejadian dalam kehidupan kami sampai tahun 2011," kata Prasad Panvalkar. Dia membayar uang sewa 185 rupees atau Rp36.000 per bulan agar dapat tinggal di lantai pertama rusun, dengan tiga kamar, seluas 52 m2.

Prasad Panvalkar mengatakan istrinya adalah seorang "pejuang".

Tidak lama sebelumnya, muncul berita di kalangan real estat kota itu bahwa Trump berusaha meluncurkan sebuah proyek di India. Pengembang setempat yang terkenal, Rohan Lifescapes, segera melibatkan diri.

"Kami menemuinya di New York dan melakukan rapat sebanyak empat kali. Dia menunjukkan perhatian di India dan kami memberi tahu berbagai kemungkinan di Mumbai. Dia bahkan mengundang kami pada pengambilan gambar (acara TV realita) The Apprentice di Trump Tower," kata Harresh Mehta, pimpinan Rohan Lifescapes, kepada saya.

"Tidak lama kemudian taipan dan pengembang menyepakati persetujuan membangun Trump Tower pertama India di Mumbai: sebuah pencakar langit 65 lantai yang mentereng dengan 50 apartemen di tanah seluas lebih 2.000 m2.

"Pengembang setempat menguasai dua gedung bertetangga di tempat bersebelahan, termasuk yang ditinggali Panvalkar. Harga peluncurannya dipatok antara 40.000 dan 50.000 rupees atau Rp7,8 juta sampai Rp9,7 juta per m2."

'Menolak pindah'

"Ini adalah kesepakatan mereka. Sebagai imbalan royalti, kami akan menggunakan nama Trump. Dia tidak menanam uang sama sekali. Trump adalah nama terkenal dan mereknya akan membantu pemahaman alasan akan harganya," kata Mehta.

Di bangunan yang lusuh, para penyewa diberi tahu pada tahun 2004 bahwa gedung tersebut akan "dibangun kembali". Sebagian besar penyewa ternyata menyetujui kepindahan.

"Tidak ada yang terjadi sampai tahun 2010. Pengembang kemudian datang dan memberi tahu kami untuk mengosongkan bangunan agar mereka dapat mulai membangunnya."

Panvalkar mengatakan istrinya memimpin dan dengan tegas menolak keluar.

Hak atas foto ANUSHREE FADNAVIS/INDUS IMAGES
Image caption Keluarga Panvalkar tinggal di gedung tersebut selama 27 tahun.
Hak atas foto AFP
Image caption Keluarga Panvalkar terus tinggal di bangunan itu meskipun sempat 45 hari mati listrik.

"Pengembang memberikan ganti rugi dan meminta kami pergi. Smita mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak akan meninggalkan gedung kecuali kami diberikan apartemen di gedung baru. Kami kemudian mengetahui bangunan tersebut memakai nama Donald Trump, taipan terkenal Amerika," katanya.

Media setempat segera menemukan pahlawan perlawanan.

"Wanita yang tidak mengizinkan Donald Trump Mumbai," demikian berita utama Mumbai Mirror. Koran tersebut menggambarkannya sebagai "wanita keras berumur 54 tahun yang berada di antara Donald Trump dan proyek pertamanya di India."

"Seorang wanita menentang Trump Tower Mumbai," tulis berita utama lainnya. Panvalkar adalah seseorang "yang sulit dikalahkan", lapor koran lainnya.

Di bulan Januari 2011, Panvalkar adalah orang terakhir yang tinggal di bangunan bobrok itu.

Dua puluh lima penyewa lainnya telah pergi. Pipa bocor, kotoran dan debu menumpuk di anak tangga. Pada bulan Mei, kebakaran kecil karena korsleting sempat mematikan aliran listrik selama 45 hari.

Panvalkar pernah mengatakan dirinya merasa mereka seharusnya meninggalkan gedung. Istrinya kembali menentang dan menolak mengubah pendirian.

'Berlebihan'

"Kami hidup dan tidur di flat di tengah kepanasan dan kelembaban. Smita bekerja keras melakukan tugas rumah tangga," katanya.

Ketika malam hari di kota itu, dia memasak di bawah cahaya lilin dan keluarganya tidur lebih cepat. Smita Panvalkar yang sakit diabetes, mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak makan obat karena kulkasnya tidak bekerja.

Mehta mengatakan kepada saya "tidak ada tekanan untuk mengusir Panvalkar". Dia mengatakan sebagian besar penyewa gedung sudah keluar. "Mereka adalah penyewa bermasalah, tetapi mereka tidak bisa menghambat proyek," katanya.

Selama enam tahun kemudian, sampai bulan Juni ini, Panvalkar menolak mengalah, menghambat penghancuran gedung. Rencana bangunan mewah, kata Mehta kepada saya, menghadapi berbagai masalah lain: persetujuan tertunda dan terdapat "masalah peraturan". Proyek tersebut juga melanggar peraturan bangunan yang ada.

Di tahun 2013, Trump beralih. Mehta mengatakan mereka mengakhiri kesepakatan lisensi dengan taipan iti karena proyek terhenti. "Kami kehabisan waktu dan kami berpisah dengan baik-baik."

Hak atas foto AFP
Image caption Trump hadir kembali lewat proyek baru di Mumbai pada tahun 2013.

Trump melanjutkan proyeknya dengan pengembang terkemuka lainnya, Lodha Group, untuk membangun menara dengan namanya.

Kembali ke bangunan tersebut, kehidupan terus berlanjut bagi satu-satunya penyewa. Kemudian tragedi terjadi. Smita meninggal karena serangan jantung hebat. "Dia menderita karena stres berat. Dia sakit diabetes dan tekanan darah tinggi," kata Panvalkar.

"Dia adalah wanita pendiam, tetapi sangat teguh. Dia seorang pejuang. Saya sangat kehilangan."

'Hormati janji'

Smita Panvalkar mendahulukan karirnya. Sebagai seorang perancang tekstil terlatih, dia seorang pekerja lepas bagi pabrik tekstil Mumbai. Dia mengajar di sebuah sekolah. Tetapi setelah menikah, dia berhenti bekerja untuk memelihara keluarga dan berjuang keras agar tetap di rumahnya.

Hak atas foto ANUSHREE FADNAVIS/INDUS IMAGES
Image caption Mumbai memiliki real estat termahal dunia.
Hak atas foto AFP
Image caption Trump Tower baru akan memiliki fasilitas jet pribadi, menurut para pengembang.

Panvalkar mengatakan dia terus hidup di bangunan itu untuk "menghormati komitmen Smita".

Dia telah mengajukan puluhan permintaan informasi, hidup tanpa listrik, menolak tiga perintah pengusiran dari pemerintah sipil dan bertarung di pengadilan.

Bulan April tahun lalu, Panvalkar akhirnya keluar dari gedung itu setelah mencapai kesepakatan dengan Rohan Lifescapes yang sekarang membangun apartemen 22 lantai di tanah itu, bekerja sama dengan pengembang lainnya.

Para pengembang, katanya, sepakat memberikannya flat di gedung 12 lantai begitu bangunan selesai.

Akhirnya, Mumbai juga akan memiliki Trump Tower mewah 75 lantai di daerah Upper Worli, dengan lebih 400 apartemen dan fasilitas pendaratan jet pribadi. Juru bicara kelompok itu mengatakan 57% apartemen senilai US$1,35 juta dan US$3,75 juta atau Rp17 miliar sampai Rp48 miliar telah terjual.

"Real estat Anda ternyata sangat murah," kata Trump ketika dia akhirnya mengunjungi Mumbai, salah satu pasar properti paling mahal dunia di tahun 2014. Dia kemungkinan tidak pernah mengenal Smita Panvalkar.

Topik terkait

Berita terkait