FBI 'tidak temukan' bukti kriminal dalam kumpulan baru email Clinton

Clinton, AS Hak atas foto AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Image caption Hillary Clinton sebelumnya yakin bahwa penyidikan baru atas emailnya tidak akan mengubah temuan awal.

Biro penyidik federal Amerika Serikat, FBI, mengatakan tidak ditemukan bukti-bukti kriminal dalam sekumpulan baru email Hillary Clinton.

Direktur FBI, James Comey, dalam sebuah surat ke para anggota Kongres, menyatakan sudah menyelesaikan kajian mereka dan memutuskan tidak ada yang berubah dari kesimpulan awal.

Pada Juli lalu, dia mengatakan bahwa Hillary Clinton ceroboh namun tindakannya bukan tergolong kriminalitas saat sebagai Menteri Luar Negeri menangani materi sensitif dengan menggunakan email pribadi.

Masalah ini muncul kembali seiring ditemukannya sekelompok email baru Clinton. FBI sempat dikecam oleh sejumlah pihak berpihak karena mengungkapkan sedang menyelidiki email baru Clinton sekitar sepekan lebih menjelang pemungutan suara Selasa 8 November.

Kumpulan email baru yang diselidiki FBI itu berasal dari komputer jinjing milik Anthony Weiner, suami dari salah seorang penasehat dekat Clinton.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kampanye Clinton rencananya akan diramaikan oleh Presiden Barack Obama.

Beberapa pendukung calon presiden Partai Demokrat itu berpendapat bahwa pengumuman FBI terbaru ini mungkin sudah terlalu terlambat karena masalah itu sudah berdampak buruk untuk perolehan suara Clinton.

Sementara itu saingannya, Donald Trump, mengulang kembali pernyataannya bahwa Clinton dilindungi oleh 'sistem yang curang'.

Dalam kampanye di Minnesotta, dia mengatakan bahwa Clinton akan berada dalam penyelidikan untuk jangka waktu yang panjang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Donald Trump sudah mengulang kembali pernyataan bahwa Clinton dilindungi oleh 'sistem yang curang'

Trump akan berkunjung ke lima negara bagian dalam kampanye besar menjelang pemungutan suara, pada Selasa (8/11), walau sebagian warga negara sudah memberikan suaranya lebih awal.

Sementara Clinton memulai hari kampanye, Minggu (06/11) dengan bertemu jemaat keturunan Afrika di sebuah gereja di Philadelphia dan akan menuju ke Pennsylvania.

Sebelumnya dia sudah menegaskan sangat yakin' penyelidikan baru yang dilancarkan FBI terkait emailnya tidak akan mengubah temuan semula dan dia tidak akan dituntut secara hukum.

Berita terkait