Jerman tangkap lima orang terkait ISIS termasuk 'ulama tanpa wajah'

Islam, Hak atas foto You Tube
Image caption Abu Walaa mendapat julukan 'ulama tanpa wajah' karena mengenakan pakaian hitam dan membelakangi kamera dalam beberapa video internet.

Lima orang yang terkait kelompok yang menamakan Negara Islam atau ISIS berhasil ditangkap dalam sebuah operasi terpadu di Jerman.

Laporan-laporan menyebutkan salah seorang yang ditangkap merupakan pemuka Islam senior.

Flat-flat yang dirazia terletak di sebelah barat maupun utara Jerman dan sebuah masjid di dekat kota Hanover.

Seorang yang ditangkap adalah warga Irak dengan nama alias Abu Walaa atau yang juga dijuluki 'ulama tanpa wajah', yang menurut stasiun TV NDR bernama Ahmad Abdelazziz A.

Operasi dilakukan berdasarkan informasi dari seorang jihadis berusia 22 tahun yang sempat bergabung dengan ISIS di Suriah selama beberapa bulan namun akhirnya melarikan diri ke Turki.

Sebelum kembali ke Jerman pada akhir September, jihadis yang disebut bernama Anil O, memberikan informasi dalam sebuah wawancara bahwa Abu Walaa adalah 'orang ISIS nomor satu di Jerman'.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, mengatakan penangkapan itu sebagai 'keberhasilan yang penting' dan memperlihatkan bahwa aparat keamanan tetap waspada dan aktif.

'Ulama tanpa wajah'

Kelima orang yang ditangkap tersebut dituduh merekrut para jihadis untuk ISIS dan memberi bantuan untuk perjalanan ke kawasan konflik. Namun mereka membantah terkait terorisme.

Hak atas foto EPA/UWE ANSPACH
Image caption Mobil polisi meninggalkan kantor Pengadilan Federal di Karlsruhe, Jerman, menyusul penangkapan lima pria terkait ISIS.

Abu Walaa ditangkap, Selasa (08/11) di luar masjid di Hildesheim -di dekat Hanover- (08/11)- sudah menjadi sorotan oleh pihak berwenang karena dianggap terlibat dengan Salafiyah, aliran Islam yang fundamentalis.

Dia mendapat julukan 'ulama tanpa wajah' karena serangakaian video internet yang menampilkannya dengan pakaian hitam dan membelakangi kamera.

Jaksa penuntut mengatakan tugasnya mendukung serta mengatur jihad dan jaringannya berada di belakang kepergian seorang pria muda bersama keluarganya ke Suriah.

Empat lain yang ditangkap adalah seorang pria Turki berusia 50 tahun, seorang pemilik kewarganegaraan ganda Jerman dan Serbia, seorang pria Jerman dan satu lagi dari Kamerun.

Topik terkait