Upaya hukum baru untuk menunda ekstradisi bos narkotika El Chapo

Penjaga toko Manuel Robles (kanan) berpose dengan masker lateks yang menggambarkan penyelundup narkoba Meksiko, Joaquin Guzman Loera -alias "El Chapo"- yang dijual menjelang Hari Kematian di Ciudad Juarez, Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, 25 Oktober Hak atas foto AFP
Image caption Sosok Guzman sangat dikenal di Meksiko sampai wajahnya menjadi salah satu topeng pada Hari Kematian

Sebuah permohonan banding baru diajukan dalam upaya hukum untuk menghambat ekstradisi bos narkotika Meksiko ke Amerika Serikat.

Pengacara Joaquin "El Chapo" Guzman mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi setelah permohonan mereka ditolak bulan lalu oleh seorang hakim.

Mereka berpendapat bahwa jika diekstradisi, maka Guzman akan menghadapi hukuman mati di Texas.

Meski begitu, Meksiko sepakat untuk memindahkan Guzman pada bulai Mei lalu setelah AS menjamin bahwa Guzman tak akan menghadapi hukuman mati.

Guzman, yang dipenjara 20 tahun di Meksiko pada 1993, memimpin salah satu organisasi kriminal paling kejam di Meksiko. Kartel Sinaloa dituduh menyuplai berton-ton obat terlarang ke Amerika Serikat.

Guzman sempat kabur dua kali dari penjara berkeamanan maksimal, dan ditangkap lagi pada Januari lalu.

Di Amerika Serikat, Guzman menghadapi banyak tuntutan, termasuk pembunuhan dan penyelundupan narkoba.

Salah satu pengacaranya, Jose Refugio Rodriguez, mengatakan pada kantor berita AFP bahwa tak ada jaminan kuat Guzman tak akan menghadapi hukuman mati, karena itu dikeluarkan oleh kedutaan besar AS dan bukan pengadilan federal AS.

Menurut pembela hukum Guzman lainnya, Andres Granados, permohonan banding ini bisa berjalan selama tiga sampai enam bulan sebelum mencapai keputusan.

Sementara itu, tim pembela akan mengajukan permohongan baru dengan Mahkamah Agung, kata Granados, seperti dikutip AFP.