Gelombang aksi di sejumlah kota AS untuk memprotes kemenangan Trump

Demo anti-Trump Hak atas foto Reuters
Image caption Demonstran membakar bonek Donald Trump di Los Angeles.

Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di sejumlah kota di Amerika Serikat untuk memprotes kemenangan Donald Trump di pemilihan presiden dengan mengalahkan Hillary Clinton.

Banyak di antaranya yang meneriakkan sloglan, "Bukan presiden saya." Lainnya membakar boneka Trump.

Presiden Barack Obama -yang pernah menyebut Trump tak layak menjadi presiden- mendesak rakyat Amerika menerima pilpres yang digelar hari Selasa (08/11).

Meski Obama sudah mengeluarkan seruan, protes tetap digelar di berbagai kota di AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Unjuk rasa memprotes kemenangan Trump digelar di depan Trump Tower di Chicago.

Di New York, ribuan orang berjalan menuju Trump Tower untuk memprotes kebijakan Trump yang terkait dengan imigrasi, hak gay, dan hak memiliki keturunan. New York Times memberitakan polisi menahan 15 orang dalam aksi ini.

Aksi protes secara umum berjalan tertib di tapi di Oakland, California, beberapa demonstran memecah kaca toko dan melempar benda ke politi antihuru-hara, yang dilaporkan membalas tindakan tersebut dengan menembakkan gas air mata.

Di Los Angeles, demo besar membuat jalan masuk utama ke Los Angeles ditutup.

Di Chicago, massa memblokir pintu masuk Trump Tower seraya meneriakkan yel-yel anti-Trump.

Hak atas foto Reuters
Image caption Banyak yang terpukul dan sedih dengan hasil pilpres di AS tahun ini .

Di Portland, Oregon, peserta demonstrasi sempat menutup perempatan jalan bebas hambatan.

Aksi unjuk rasa juga berlangsung di Philadelphia, Boston, Seattle, San Francisco, dan beberapa kota lain.

Ketika menyampaikan pidato kemenangan pada Rabu pagi, Trump berjanji 'mengobati luka' yang disebabkan oleh perbedaan pilihan di pilpres.

Pengusaha properti dari New York ini juga berjanji akan 'menjadi presiden bagi seluruh rakyat Amerika'.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian besar unjuk rasa menentang terpilihnya Trump berlangsung tertib dan damai.

Berita terkait