Markas militer AS di Afghanistan kena ledakan besar

Sebuah foto menunjukkan petugas keamanan Afghanistan mengamankan lokasi ledakan bom truk yang menyasar penginapan yang sering menjadi tempat menginapnya kontraktor asing setelah kelompok Taliban menyerang kompleks tersebut di luar Kabul, Afghanistan, 1 Agustus 2016. Hak atas foto EPA
Image caption Bagram sering dijadikan sasaran oleh Taliban.

Ledakan besar di markas udara Bagram di Afghanistan, fasilitas militer terbesar di AS, menewaskan sedikitnya empat orang.

Sedikitnya 14 orang lain terluka dalam ledakan tersebut, menurut gubernur distrik setempat Haji Shookor pada BBC.

Kelompok Taliban mengatakan bahwa salah satu pengebom bunuh diri merekalah yang melakukan aksi tersebut, dan dilaporkan, mengenai area ruang makan.

Markas militer dekat Kabul tersebut sering menjadi sasaran serangan bagi Taliban yang meningkatkan operasinya menjelang musim dingin.

Serangan tersebut membobol salah satu markas militer dengan pertahanan terbaik di Afghanistan.

Bagram diserang saat orang berkumpul untuk merayakan Hari Veteran.

Jenderal John W Nicholson, komandan militer AS di Afghanistan, mengatakan lewat sebuah pernyataan:

"(Kepada) keluarga dan teman para korban yang terluka dalam serangan hari ini, saya memastikan bahwa mereka menerima perawatan kesehatan terbaik, dan kami akan mengingat mereka."

Menurutnya, insiden tersebut sedang diselidiki tapi dia tak mengungkap kewarganegaraan para korban.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa ledakan tersebut memberi " kerusakan berat pada penjajah AS".

Serangan di Bagram tersebut terjadi hanya sehari setelah konsulat Jerman di kota Mazar-e-Sharif di Afghanistan utara diserang oleh bom bunuh iri Taliban yang menewaskan enam warga sipil dan melukai 120 lainnya.

Jumat lalu, Taliban mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan udara koalisi di Kunduz yang dilaporkan menewaskan 30 warga sipil.