Upaya Presiden Barack Obama untuk meyakinkan para sekutu AS

Obama, Greek, Hak atas foto AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Image caption Dari Yunani, Presiden Obama dijadwalkan akan terbang ke Jerman dan Peru.

Presiden Barack Obama berupaya meyakinkan para sekutu Amerika Serikat bahwa presiden terpilih, Donald Trump, akan menghormati persekutuan internasional saat mulai menjabat Januari mendatang.

Kepada para wartawan, Presiden Obama mengatakan Trump 'mengungkapkan keinginan besar' untuk mempertahankan komitmen Amerika Serikat di NATO.

Dia menyampaikan hal tersebut sebelum mendarat di Athena, Yunani, yang merupakan lawatan internasional terakhirnya.

Namun pada masa kampanye, Trump mengatakan dia mungkin akan meniadakan jaminan perlindungan bagi negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut.

Pernyataan Trump itu membuat negara-negara Baltik khawatir akan agresi Rusia.

Hak atas foto AFP
Image caption Di bawah Obama, Amerika Serikat mendesak Eropa meningkatkan anggaran pertahanannya.

Berdasarkan Pasal 5 Traktat NATO, para sekutu berkomitmen untuk memberi bantuan kepada negara anggota yang sedang diserang.

Bagaimanapun pada bulan Juli, Trump mengatakan AS hanya akan membantu jika negara bersangkutan sudah 'memenuhi kewajibannya kepada kami'.

Di bawah pemerintahan Obama, Washington mendesak sekutu-sekutunya di Eropa agar meningkatkan anggaran pertahanannya.

Dari Yunani, Presiden Obama direncanakan akan meneruskan lawatannya ke Jerman dan Peru, yang dimanfaatkan untuk menenangkan tanggapan atas terpilihnya Donald Trump.

Hak atas foto AFP
Image caption Pada masa kampanye, Trump pernah mengatakan akan meniadakan jaminan perlindungan bagi negara-negara anggota NATO.

Setelah pertemuan antara keduanya di Gedung Putih, Kamis (10/11), Obama mengatakan dia mendesak presiden terpilih untuk menyampaikan 'beberapa pertanda persatuan'.

Sementara Moskow mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin sudah berbicara lewat telepon dengan Donald Trump, Senin (14/11), dan menanti kerja sama dalam meningkatkan hubungan Rusia dan AS.

Hubungan Moskow dan Washington menegang di bawah Presiden Obama, antara lain dipicu oleh agresi Rusia di Krimea, yang sebelumnya merupakan wilayah Ukraina.

Sementara Trump, saat kampanye, memuji Presiden Putin yang menurutnya merupakan pemimpin yang lebih kuat dari Presiden Obama.

Berita terkait