Jerman gerebek kelompok Islam yang dicurigai menghasut

Polisi Jerman Hak atas foto AFP
Image caption Polisi Jerman menggeledah ratusan tempat yang diduga ada kaitannya dengan kelompok DWR.

Kepolisian Jerman menggerebek lebih dari 200 tempat yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok berhaluan Islam, DWR atau Agama yang Benar, atas kecurigaan melakukan penghasutan.

Operasi di lebih dari 200 tempat itu meliputi masjid, apartemen, dan kantor pada Selasa (15/11) pagi waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan kelompok tersebut telah mengumpulkan orang-orang untuk berjihad dengan dalih menyebarkan agama Islam.

Ditambahkannya bahwa DWR sudah meradikalisasi sekitar 240 anak muda yang sejauh ini sudah masuk ke Irak dan Suriah.

DWR sudah dilarang di Jerman dan De Maiziere menegaskan larangan tersebut berkaitan dengan penyalahgunaan agama, jadi tidak melarang praktik agama Islam secara umum.

Menurut menteri dalam negeri, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa kelompok DWR berencana melancarkan serangan.

Hak atas foto AFP
Image caption DWR belum mengeluarkan pernyataan terkait dengan penggeledahan di tempat-tempat yang diduga ada kaitannya dengan kelompok itu.

"Kami tidak menginginkan terorisme di Jerman... dan kami tidak ingin mengekspor terorisme," kata Thomas de Maiziere.

Diperkirakan sebanyak 900 orang telah bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah atau Irak dengan melewati Jerman.

Wartawan BBC di Berlin, Damien McGuinness, melaporkan para anggota DWR -yang jumlahnya diperkirakan ratusan di seluruh Jerman- biasanya beraksi di jalan-jalan selama 10 tahun terakhir dengan membagi-bagikan Alquran secara gratis.

Akan tetapi pihak berwenang mengatakan pembagian Alquran secara gratis itu hanya sebagai dalih untuk merekrut dan meradikalisasi orang untuk berperang membela ISIS.

DWR belum mengeluarkan pernyataan atas penggeledahan-penggeledahan ini.

Topik terkait

Berita terkait