Jenazah mantan diktator Filipina Marcos dikuburkan di TMP

Ferninand Marcos Hak atas foto AP
Image caption Jenazah Marcos diawetkan sejak kematiannya 1989 lalu.

Mantan diktator Filipina Ferdinand Marcos telah dikuburkan kembali di Taman Makam Pahlawan di ibukota Manila.

Pemimpin, yang digulingkan dan dipaksa mengasingkan diri pada 1986, meninggal di AS pada 1989. Jenazahnya diawetkan dan dipajang di kediamannya di kota Batac.

Penguburan jenazahnya dilakukan menyusul keputusan Mahkamah Agung yang mengizinkan untuk dipindahkan ke pemakaman.

Protes terhadap pemberian penghormatan terhadap pria yang dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang, penyiksaan dan penculikan.

Mantan presiden dan artis nasional yang penting merupakan diantara mereka yang dikuburkan di pemakaman tersebut, meskipun sebagian besar merupakan bekas serdadu.

Pada Agustus lalu, Presiden Rodrigo Duterte menberikan izin untuk pemakaman tersebut, dengan menyebut Marcos merupakan seorang "serdadu Filipina".

Pengadilan memutuskan pemakaman Marcos pada November dan jenazahnya dipindahkan tanpa disertai pengumuman pada Jumat.

Aktivis Bonifacio Ilagan, yang pernah disiksa di masa pemerintahan Marcos, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa mantan pemimpin Filipina ini dikuburkan "seperti seorang pencuri di malam hari".

Marcos dan istrinya Imelda, berkuasa di Filipina selama 20 tahun, sebagian besar masa pemerintahannya di bawah darurat militer. Marcos digulingkan setelah jutaan orang berdemonstrasi di jalanan yang dikenal sebagai Revolusi Kekuatan Rakyat.

Pasangan itu juga dituduh menyebarluaskan perilaku korupsi dan mencuri milliaran dollar uang negara.

Meski demikian, keluarganya kembali ke Filipina dan terjun ke politik, dengan menggambarkan periode kepemimpinan Marcos ini aman, tertib dan terjadi pembangunan proyek besar.

Anaknya, Ferdinand "Bong Bong" Marcos Jnr, sempat mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilu Mei lalu. Dia mengatakan kepada BBC bahwa reputasi ayahnya telah membantunya, tidak menghambat kampanyenya.

Berita terkait