Donald Trump akan batalkan TPP di hari pertama menjabat

TPP Hak atas foto Getty / Alex Wong
Image caption Para penentangnya menuding TPP hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan raksasa

Donald Trump akan membatalkan keikutsertaan AS dalam perjanjian perdagangan bebas lintas Pasifik (Kemitraan Trans Pasifik, Trans-Pacific Partnership, TPP) di hari pertama ia menjabat nanti.

Dalam sebuah pidato lewat video, presiden terpilih AS itu memapar sejumlah kebijakan yang akan diambilnya pada hari pertama ia berkantor di Gedung Putih, Januari nanti.

Trump juga menyatakan niatnya untuk mengurangi pembatasan 'yang membunuh lapangan kerja' di bidang pertambangan batu bara, serta akan menghentikan penyalahgunaan visa.

Namun ia tak menyinggung apa pun tentang penghapusan Obamacare atau pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko, yang saat kampanye disebutnya sebagai hal yang akan ia lakukan di hari pertama.


Enam langkah eksekutif yang akan diambil Trump di hari pertama:

  • Ketetapan penarikan diri dari TPP
  • Membatalkan pembatasan produksi energi AS
  • Memangkas peraturan terkait bisnis
  • Memerintahkan dibuatnya skema memerangi serangan siber
  • Menyelidiki penyalahgunaan visa yang berpengaruh pada lapangan kerja bagi warga AS
  • Memberlakukan larangan yang berlaku lima tahun bagi mantan pejabat untuk menjadi pelobi

Kesepakatan TPP ditandatangani pada 2015 oleh 12 negara, yang mencakup 40% kekuatan ekonomi dunia.

Selain AS, para penandatangan TPP antara lain Jepang, Malaysia, Australia, Selandian Baru, Kanada dan Meksiko, namun belum diratifikasi.

Dalam pembicaraan dengan Obama, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia berminat untuk bergabung pula dengan TPP.

Image caption Presiden terpilih Donald Trump memapar sejumlah hal yang akan dilakukannya di hari pertama menjabat nanti.

TPP bertujuan memperluas hubungan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, namun para penentangnya menuding TPP dirundingkan secara rahasia dan hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan raksasa.

Pertemuan puncak para pemimpin Asia Pasidik di Peru sepanjang akhir pekan lalu menegaskan tekad untuk terus mengupayakan kesepakatan perdagangan bebas itu kendati ditentang oleh Donald Trump.

Namun dalam pernyataan hari Senin (21/11), PM Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa TPP akan jadi tak berarti tanpa keterlibatan AS.

Dalam pesan video itu Trump mengatakan bahwa agenda pemerintahannya adalah 'mengutamakan kepentingan Amerika.'

Berita terkait