Ditolak, saran Trump agar politisi sayap kanan Inggris jadi dubes di AS

Donald Trump, Nigel Farage Hak atas foto AP/Gerald Herbert
Image caption Nigel Farage hadir dalam beberapa kampanye Trump untuk menyatakan dukungannya.

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pemimpin partai sayap kanan Inggris, Nigel Farage, akan menjadi Duta Besar Inggris yang baik untuk AS.

Menurut Trump, lewat pesan Twitter-nya, 'banyak orang' yang ingin melihat Farage sebagai duta besar dan dia akan 'bekerja dengan hebat'.

Namun kantor Perdana Menteri Inggris menolak saran itu dengan mengatakan, 'Tidak ada lowongan. Kami memiliki duta besar yang istimewa untuk AS."

Farage, pemimpin Partai UKIP yang antiimigran dan pro-Brexit, mengatakan saran Trump tersebut 'mengejutkan dan tidak disangka'.

"Jika saya bisa membantu Inggris Raya dengan cara apapun, saya akan melakukannya," tutur pemimpin sementara UKIP ini

Dia mengundurkan diri setelah hasil referendum yang memutuskan agar Inggris ke luar dari Uni Eropa atau Brexit, dengan alasan tugasnya sudah selesai.

Hak atas foto Twitter

Namun penerusnya juga mundur tak lama setelah terpilih, yang menimbulkan masalah dalam kepemimpinan UKIP sehingga dia kembali memimpin untuk sementara.

Pada masa kampanye pemilihan presiden AS, Farage terbang ke sana dan menyatakan dukungan kepada Trump dalam beberapa acara kampanye.

Dia juga menjadi politisi Inggris pertama yang bertemu dengan presiden terpilih itu setelah kemenangannya.

Pertemuan tersebut diilihat oleh berbagai pihak sebagai 'penghinaan' atas PM Inggris, Theresa May, yang rencananya baru akan bertemu Trump awal tahun depan.

Trump sudah melakukan pembicaraan lewat telepon dengan PM May dan juga sudah terjalin komunikasi antara beberapa menteri Inggris dengan calon anggota kabinet Trump mendatang.

Berita terkait