RUU Turki 'yang memaafkan pemerkosa anak' tak jadi dibahas

Turki, perempuan Hak atas foto AFP/ADEM ALTAN
Image caption Unjuk rasa marak menentang RUU yang menurut para pegiat sebagai 'pengesahan atas pemerkosaan'.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mencabut rancangan undang-undang yang akan memaafkan pria yang berhubungan seks dengan anak di bawah umur jika menikahinya.

RUU itu -yang merupakan bagian dalam paket perubahan sistem hukum- dikembalikan hanya beberapa jam sebelum penghitungan suara akhir di parlemen.

Sejumlah pegiat hak asasi dan perempuan menentang RUU, yang juga dikecam oleh dunia internasional. Aksi unjuk marak marak menentang RUU ini.

Para pengecamnya mengatakan RUU akan mensahkan pemerkosaan dan mendorong perkawinan dengan anak di bawah umur.

Badan-badan PBB sudah menyerukan agar pemerintah tidak mensahkan RUU tersebut karena akan menghambat upaya mengatasi kekerasan seksual dan pernikahan dini.

Namun pemerintah mengatakan tujuan utamanya adalah membebaskan para pria yang dipenjara untuk mengawini anak perempuan di bawah umur dengan persetujuan keluarga perempuan.

Hak atas foto AFP
Image caption PM Binali Yildirim mencabut RUU yang kontroversial dengan alasan untuk mengupayakan 'konsensus yang lebih meluas'

Batas usia untuk menikah di Turki adalah 18 tahun namun praktek pernikahan dini lewat upacara keagamaan terjadi secara meluas.

PM Yildirim mengatakan RUU tersebut dikembalikan untuk mengupayakan 'konsensus yang lebih meluas' dan 'memberi waktu kepada partai-partai oposisi untuk menyusun usulannya."

Kubu oposisi menentang keras RUU yang sempat mendapat persetujuan dalam sidang awal parlemen, Kamis (17/11) lalu.

_________________________________________________________________

Perkawinan dini di Turki

  • 440.000 anak perempuan di bawah 18 tahun menjadi ibu sejak tahun 2002
  • Sebanyak 15.937 di antaranya berusuia di bawah 15 tahun
  • Kasus kekerasan atas anak meningkat tiga kali lipat dalam waktu 10 tahun belakangan
  • Sepanjang satu dekade tersebut, 438.000 anak di bawah umur menikah

*. sumber: Kementrian Kehakiman Turki

_________________________________________________________________

Elif Shafak -novelis perempuan terkenal Turki- merupakan salah seorang yang mengecamnya.

"Salah satu kelemahan adalah kata 'persetujuan'," katanya kepada BBC.

"Apa artinya itu? Kita berbicara tentang anak-anak di sini. Jadi jika pemerkosa berunding dengan keluarga, jika dia menyogok atau mengancam keluarga, maka keluarganya bisa saja akan menarik laporannya dan mereka bisa mengatakan, 'OK, ada persetujuan dan tidak ada paksaan."

Namun Ravza Kavakci Kan -anggota parlemen perempuan dari partai pemerintah AKP yang menjadi mayoritas di parlemen- berpendapat RUU itu dipahami secara salah.

Hak atas foto AFP/ADEM ALTAN
Image caption RUU juga dianggap akan mendorong pernikahan dengan anak perempuan di bawah umur.

"Ini tentang memberi kenormalan bagi perempuan muda yang menikah di bawah umur sesuai dengan norma budaya, norma-norma lain, namun yang kini menderita bersama anak-anaknya karena suami-suami mereka berada di penjara," jelasnya dalam program Newsday BBC.

Pernyataan itu senada dengan penegasan dari Menteri Kehakiman, Bekir Bozdag.

"RUU ini tidak akan memberi pengampunan kepada pemerkosa... Ini merupakan langkah yang diambil untuk memecahkan masalah di sebagian wailayah negara kami."

Topik terkait

Berita terkait