Kantor presiden Korsel mengakui membeli ratusan pil Viagra

Kroea Selatan, Park Geun-hye Hak atas foto Reuters
Image caption Ratusan pil Viagra yang dibeli kantor Presiden Park Geun-hye tidak pernah digunakan.

Skandal politik dan korupsi di Korea Selatan yang melibatkan Presiden Park Geun-hye, meluas memasuki kehidupan pribadinya.

Juru bicara kepresidenan menjelaskan hampir 400 pil Viagra -yang biasanya digunakan untuk mengatasi masalah ereksi- dibeli untuk menangani mual karena ketinggian dalam lawatan resmi ke Afrika timur.

Namun ditegaskan bahwa pil tersebut tidak pernah digunakan.

"Kami membeli untuk perjanan itu, namun tidak digunakan," kata Jung Youn-kuk kepada para wartawan, Rabu (23/11), dengan menambahkan Viagra juga efektif untuk mengatasi mual karena ketinggian.

Presiden Park tidak pernah menikah dan diketahui tidak memiliki pacar.

Hak atas foto AP/Ahn Young-joon
Image caption Rakyat Korea Selatan turun ke jalan untuk menuntut agar Presiden Park mengundurkan diri.

Penjelasan ini menanggapi pernyataan satu partai oposisi sehari sebelumnya bahwa kantor kepresidenan Korea Selatan membeli ratusan pil Viagra dan versi generiknya,

Presiden Park berada dalam tekanan politik besar setelah seorang teman dekatnya, Choi Soon-sil, disebut campur tangan dalam urusan negara maupun kehidupan pribadi presiden, seperti baju yang sebaiknya dikenakan.

Hak atas foto YONHAP
Image caption Choi Soon-sil sudah didakwa mencampuri urusan kenegaraan dan menekan berbagai perusahaan menyumbang ke yayasannya.

Choi juga sudah didakwa karena menekan perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk memberi sumbangan senilai US$60 juta lebih atau sekitar Rp803 miliar ke yayasan-yayasan pimpinannya.

Pihak kejakasaan sudah menyatakan bahwa Presiden Park berperan dalam skandal korupsi yang melibatkan Choi namun presiden tidak bisa didakwa selama masih menjabat.

Skandal ini memicu aksi unjuk rasa besar-besaran oleh rakyat Korea Selatan yang memintanya mundur sementara partai oposisi utama, Partai Demokrat, sepakat untuk menyiapkan proses pemakzulannya.

Selain membeli pil Viagra, kantor presiden juga membeli ratusan dosis suntikan dari plasenta manusia dan vitamin -yang biasa digunakan untuk detoksifikasi dan perawatan antimenua.

Namun Jung mengatakan obat-obatan tersebut dibeli untuk para pekerja di kantor presiden, termasuk pengawal Presiden Park.

Topik terkait

Berita terkait