Seorang tewas dalam serangan di sebuah rumah pensiunan misionaris Prancis

Polisi Prancis Hak atas foto AFP
Image caption Polisi telah menutup jalan-jalan sekitar rumah yang diserang.

Seorang perempuan ditemukan tewas setelah seorang pria bersenjata masuk rumah pensiunan mantan misionaris di dekat kota Montpellier, menurut laporan-laporan media Prancis.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (24/11) malam di Montferrier-sur-Lez, Prancis selatan.

Para mantan misionaris untuk Afrika yang berada dalam rumah itu sudah dievakuasi, namun tersangka masih berkeliaran.

Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan terorisme, kata sumber-sumber terkait penyelidikan tersebut.

Seorang pengurus gedung meloloskan diri ketika orang bersenjata itu masuk, dan langsung menghubungi polisi, lapor kantor berita Reuters.

Jenazah perempuan itu ditemukan dalam keadaan tersumpal mulutnya dan diikat di luar gedung, kata seorang pejabat.

Polisi menggeledah seluruh gedung itu, namun tersangka telah melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Untuk saat ini, hanya ada satu korban," kata jaksa Montpellier Christophe Barret mengatakan kepada kantor berita AFP. "Untuk saat ini tidak ada bukti khusus tentang motif kejahatan ini."

Pihak berwenang sendiri tidak mengenal pria tersebut.

Image caption Serangan itu terjadi di bagian utara kota Montpellier.

Para penghuni di rumah itu "sangat tua dengan usia rata-rata 75 tahun, beberapa diantaranya sudah berusia lebih dari 90 tahun," tutur seorang anggota dewan setempat, dan banyak yang membutuhkan bantuan untuk berjalan, katanya.

Surat kabar Prancis Le Figaro mengutip sumber yang terlibat penyelidikan menyebutkan bahwa penyerang adalah "seseorang bertudung dan membawa belati dan gergaji" ketika masuk ke dalam rumah.

Walikota Montpellier, Michel Fraysse, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa gedung itu ditempati oleh sekitar 60 mantan misionaris, enam atau tujuh orang biasa, dan enam atau tujuh biarawati.

Seorang wartawan kantor berita Prancis, AFP mengatakan sebanyak 15 kendaraan polisi dan puluhan pemadam kebakaran ditempatkan beberapa ratus meter dari gedung tersebut.

Olivier Ribadeau Dumas, juru bicara Konferensi Uskup Perancis, menulis dalam twitter: "Doa kami bersama perempuan yang telah kehilangan nyawanya dalam serangan ini di rumah pensiunan misionaris."

Prancis tetap berada dalam keadaan darurat sejak terjadinya gelombang serangan teroris tahun lalu.

Topik terkait