Tersangka pelaku teror Paris dan Brussels 'diberi uang Rp43 juta' di sebuah taman Inggris

Terduga teror Hak atas foto POLICE FEDERALE
Image caption Mohamed Abrini dikenal sebagai 'pria bertopi' setelah pemboman Brussels.

Seorang tersangka dalam serangan teror Paris dan Brussels mendapat uang sebesar £ 3.000 (atau sekitar Rp43 juta) dalam sebuah pertemuan rahasia di Birmingham, Inggris beberapa bulan sebelum penyerangan.

Mohamed Abrini, yang disebut sebagai 'pria bertopi' - datang ke Inggris pada bulan Juli 2015 dan diberi uang di sebuah taman, seperti terungkap di pengadilan Kingston Crown.

Zakaria Boufassil, 26 tahun, yang dituduh menyerahkan uang tunai itu, membantah turut menyiapkan aksi terorisme.

Pria kedua, Mohammed Ali Ahmed, mengaku bersalah atas pelanggaran yang sama.

Abrini adalah orang yang dikenal sebagai 'pria bertopi' menyusul dugaan keterlibatannya dalam serangan teror di Brussels pada bulan Maret lalu, yang menewaskan 32 orang di sebuah bandara dan stasiun kereta bawah tanah, demikian diungkap di persidangan.

Jaksa penuntut, Max Hill QC mengatakan kepada pengadilan, bahwa Abrini juga diduga berkaitan dengan serangan di Paris pada 13 November 2015, yang menewaskan 130 orang.

Hill mengatakan Abrini melakukan perjalanan ke Inggris antara tanggal 9 dan 16 Juli 2015.

Analisis telepon seluler

Jaksa mengatakan 'tidak ada keraguan' bahwa uang itu diserahkan kepada Abrini saat berada di Inggris 'dengan maksud membantu aksi terorisme.'

"Sudah jelas dari pernyataan bersalah Mohammed Ali Ahmed. (Sementara) Boufassil, membantah bahwa ia sendiri berniat untuk membantu menyiapkan aksi teroris."

"Kami berpendapat ia berbohong. Sudah jelas ia bertindak bersama-sama dengan Ahmed ketika uang itu diserahkan kepada Abrini," tambahnya.

Dalam sidang diperdengarkan bahwa Abrini, yang merupakan warga negara Belgia keturunan Maroko, tiba di Heathrow pada 9 Juli dan menuju ke Birmingham dengan pelatihnya pada hari berikutnya.

Selain ada kontak telepon diantara pria-pria tersebut ada juga bukti teknis bahwa hubungan ponsel mereka terjadi dalam jarak dekat.

Berdasarkan analisis telepon seluler, selama tanggal 10 Juli baik ponsel Abrini maupun ponsel Boufassil dan Ahmed tercatat berada di Taman Small Heath di kota itu.

Hari berikutnya, tiga ponsel itu muncul bersama lagi di lokasi yang sama.

Hill mengatakan: "Anda bisa yakin bahwa Ahmed, Abrini dan Boufassil bertemu pada hari itu - itu merupakan saat penyerahan uang kepada Abrini."

Tujuan penyerahan uang

Uang sebesar Rp43 juta diduga berasal dari rekening bank yang disiapkan oleh pria lain yang sebelumnya telah meninggalkan Inggris untuk berperang bersama kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah.

"Uang yang diserahkan kepada Abrini memang tidak digunakan untuk perbuatan seperti dakwaan yang dikenakan," kata Hill.

"Tidak ada bukti yang jelas dengan satu atau lain cara. Abrini mungkin menggunakan sebagian uang tunai yang diberikan kepadanya untuk berjudi di kasino, yang tidak termasuk tindak pidana.

"Yang penting adalah penyerahan uang tunai untuk Abrini dan maksud di balik penyerahan itu. Apa yang mereka lakukan dengan (uang) itu adalah masalah lain."

Abrini, yang saat ini berada dalam tahanan, merupakan rekan dari dua orang yang diyakini bertanggung jawab atas serangan Paris, yakni Salah Abdeslam dan Abdelhamid Abaaoud.

Kakaknya juga tewas berperang di Suriah untuk ISIS.

Sesudah dugaan serah terima uang tersebut, Abrini pergi ke Manchester sebelum terbang kembali ke Belgia dari Birmingham.

Perjalanan ke Inggris terungkap setelah ditemukan foto di Taman Small Heath di ponsel Abrini.

Topik terkait