Pasukan Suriah rebut kembali wilayah kedua di Aleppo

Hanano, Suriah, Aleppo Hak atas foto AFP
Image caption Tentara Suriah sudah lebih dulu merebut Hanano, sehari sebelumnya.

Pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali daerah kedua yang dikuasai pemberontak di sebelah timur Aleppo, sementara ribuan warga sipil mengungsi.

Tentara mengatakan sudah 'sepenuhnya menguasai kembali' Jabal Badro, sehari setelah merebut Hanano, dan laporan media Suriah menyebutkan tentara sedang bergerak menuju ke Sakhour.

Para pengamat militer mengatakan ada peluang besar tentara akan bisa memotong bagian utara dari kawasan sebelah selatan yang dikuasai pemberontak.

Banyak penduduk yang dilaporkan berupaya untuk memasuki sebelah barat Aleppo yang diduduki pasukan pemerintah.

Militer Suriah mengatakan telah membantu 1.500 mengungsi, sementara kantor berita Rusia -yang mendukung pasukan pemerintah Suriah- melaporkan 900 warga sipil, termasuk anak-anak, meninggalkan Jabal Badro sebelum tentara masuk ke sana.

Sekitar 2.500 orang juga sudah mengungsi ke wilayah yang dikuasai kelompok Kurdi di sebelah utara Aleppo, menurut badan Pengamat Hak Asasi Suriah yang bermarkas di Inggris.

Hak atas foto AFP/GEORGE OURFALIAN
Image caption Sebaihan warga sipil mengungsi ke wilayah yang dikuasai kelompok Kurdi.

Seorang warga yang mengungsi dari Hanano, Sabtu (26/11) menjelaskan kepada kantor berita Reuter bahwa mereka melarikan diri karena pengeboman oleh tentara Suriah dan gas klorin.

Bersama istri, ibu, dan ketiga anaknya, mereka menunggu di sebuah halte bus untuk bisa melakukan perjalanan ke sebelah barat Aleppo.

Sekitar 275.000 prang orang diyakini masih tetap berada di Aleppo timur tanpa pasokan makanan dan obat-obatan yang cukup.

Hak atas foto AFP/GEORGE OURFALIAN
Image caption Militer Suriah mengatakan telah membantu 1.500 warga sipil mengungsi.

Pengamat Hak Asasi Suriah mengatakan sekitar 219 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, tewas dalam serangan sejauh ini.

Merebut kembali Aleppo akan menjadi suatu kemenangan besar bagi Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dalam konflik berdarah yang berkepanjangan selama lima tahun.

Aleppo -yang pernah menjadi kota perdagangan dan industri penting di Suriah- terpecah menjadi dua sejak tahun 2012 dengan pasukan pemerintah menguasai wilayah barat dan pemberontak di sebelah timur.

Dalam setahun belakangan, pasukan Suriah berhasil bergerak maju dengan bantuan para milisi Iran dan serangan udara Rusia. Namun pemerintah Moskow mengatakan seragan udaranya hanya aktif membantu di wilayah lain Rusia, bukan di atas Aleppo.

Topik terkait

Berita terkait