Tentara Suriah merebut kawasan kunci Aleppo dari ISIS

Warga sipil Aleppo Hak atas foto AFP
Image caption Ribuan warga sipil melarikan diri dari Aleppo timur dalam beberapa jam terakhir, menurut sejumlah laporan.

Tentara pemerintah Suriah berhasil merebut sebuah wilayah kunci di kota Aleppo yang selama ini dikuasai militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Televisi pemerintah maupun kelompok pemantau HAM Suriah yang berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengukuhkan bahwa distrik Sakhour sudah jatuh ke tangan tentara Suriah.

Pasukan Suriah melancarkan operasi mereput Aleppo sejak September lalu.

Awal pekan ini mereka mencatat kemajuan cepat, masuk ke dalam kawasan timur Aleppo, memaksa ribuan warga sipil melarikan diri.

Tentara Suriah merebut Jabal Badro pada Minggu (28/11), sehari setelah menduduki distrik Hanano, dan tengah berusaha menguasai daerah lain. Tujuan mereka: membagi kawasan timur, yang dikuasai pemberontak, menjadi dua.

Sejumlah laporan mengatakan ribuan warga berusaha melarikan diri ke kawasan yang dikuasai pemerintah, atau kawasan lain yang dikuasai pemberontak.

Diperkirakan sekitar 275.000 orang bertahan di Aleppo timur, dengan persediaan makanan dan obat-obatan hampir habis.

Bocah berusia tujuh tahun, Bana Alabed, yang telah mengumpulkan ribuan pengikut di Twitter dengan cuitan-cuitan dari Aleppo, mengatakan pada Minggu (28/11) bahwa rumahnya di kota sebelah timur telah dibom.

Hak atas foto Twitter/@AlabedBana
Image caption Bana Alabed: "Malam ini kami tak punya rumah akibat dibom dan saya terperangkap dalam reruntuhan. Saya melihat banyak kematian dan hampir tewas. - Bana"

Sulit mendapatkan gambaran jelas akan peristiwa yang terjadi di timur Aleppo, namun berdasarkan laporan:

  • Pasukan pemerintah telah berhasil masuk ke daerah Sakhour
  • Kantor berita Reuters melansir tentara pemerintah telah menduduki distrik Holok, sementara Syrian Observatory of Human Rights mengatakan mereka juga telah menduduki Baadeen
  • Sementara itu, tentara Kurdi dilaporkan telah menduduki Bustan al-Basha, dan mengizinkan sekitar 2.500 warga sipil mengungsi ke utara

Tentara Suriah mengatakan mereka telah membantu 1.500 orang keluar ke bagian barat yang dikuasai pemerintah; sementara sejumlah kantor berita Rusia mengatakan sekitar 900 warga sipil - termasuk 119 anak-anak - telah meninggalkan Jabal Badro sebelum tentara bergerak masuk.

Seorang pria meninggalkan Hanano pada Sabtu (27/11); mengatakan kepada Reuters bahwa ia pergi karena 'pengeboman dari tentara Suriah, dan gas klorin.'

Gerakan ofensif tentara Suriah untuk merebut kembali Aleppo timur telah berlangsung selama 13 hari.

Sejauh ini sekitar 219 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, telah tewas dalam serangan itu, menurut Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.

Hak atas foto AFP
Image caption Pasukan pro-pemerintah berjalan di distrik Hanano yang mereka duduki pada Sabtu (27/11).

Keberhasilan merebut kembali seluruh Aleppo akan menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah konflik yang berlangsung selama lima tahun.

Pernah menjadi pusat perdagangan dan industri Syria, Aleppo terbagi dua sejak 2012: kawasan barat dikuasai pemerintah, kawasan timur dikuasai pemberontak.

Selama satu tahun terakhir, tentara Suriah telah memecahkan kebuntuan dengan bantuan milisi yang didukung Iran dan serangan udara Rusia.

Rusia mengatakan pasukan udara mereka aktif di kawasan lain negara itu, namun tidak beroperasi di atas Aleppo.

Topik terkait

Berita terkait