Kebakaran di Israel berhasil diatasi, Palestina membantu padamkan api

Hak atas foto AFP
Image caption Pemadam kebakaran Palestina membantu memadamkan kebakaran di Haifa, Israel pada 25 November 2016.

Kebakaran yang melanda Israel selama lima hari dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi berhasil diatasi dengan bantuan sejumlah pihak internasional termasuk Palestina.

Tidak ada laporan korban jiwa namun lebih dari 100 orang dirawat, sebagian besar akibat hirupan asap kebakaran.

Palestina mengerahkan sebanyak 41 petugas pemadam kebakaran Palestina dan delapan truk dikerahkan dari Tepi Barat akhir pekan lalu dalam membantu memadamkan kebakaran di Haifa dan kawasan Jerusalem. Mereka kembali ke Tepi Barat pada Sabtu (26/11) malam.

Menurut petugas pemadam kebakaran Israel, Yoram Levy terdapat sekitar 2000 titik api di Israel dan Tepi Barat, 20 di antaranya besar.

"Tidak ada lagi titik api yang menyala. Cukup tenang sejak Sabtu," kata Levy kepada kantor berita AFP.

Pihak Pertahanan Militer yang berbasis di Ramallah, Palestina, mengatakan mereka telah menangani 143 titik api yang telah membakar tanaman pertanian dan pepohonan, tapi tak ada korban cedera.

Ketua tim tersebut, Abdulatif Abu Amshah, mengatakan, "Tujuan para pemadam kebakaran adalah untuk memadamkan api. Tidak perlu memandang agama atau hal-hal lain."

Hak atas foto EPA
Image caption Pesawat Amerika Serikat "Global Supertanker" yang membawa air dan perlengkapan pemadam kebakaran tiba di Israel pada 26 November.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menelepon Presiden Palestina, Mahmud Abbas, pada hari Sabtu (27/11) untuk mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang dikerahkan.

Beberapa negara lainnya yang terdiri dari Amerika Serikat, Siprus, Rusia, Italia, Kroasia, dan Yunani juga mengirimkan bantuan dan perlengkapan guna membantu menangani kebakaran.

Hak atas foto EPA
Image caption Seorang pemadam kebakaran Israel memadamkan api yang terjadi di Haifa, Israel utara.

Pihak berwenang Israel mencurigai beberapa titik api disulut dengan sengaja dan terkait dengan konflik Israel-Palestina.

Sejumlah 24 terduga pelaku pembakaran masih diamankan, 18 orang di antaranya adalah orang Israel-Arab di mana dua orang telah mengakui perbuatan menyulut api.

Kebakaran tersebut adalah yang paling buruk terjadi sejak tahun 2010, ketika 44 orang tewas dalam kebakaran di Pegunungan Carmel, sebelah selatan Haifa.

Hak atas foto EPA
Image caption Pesawat Amerika Serikat "Global Supertanker" yang membawa air dan perlengkapan pemadam kebakaran tiba di Israel pada 26 November.

Topik terkait

Berita terkait