ISIS akan meningkatkan serangan terhadap Eropa, menurut Kepolisian Eropa

ISIS Hak atas foto Reuters
Image caption Perancis meningkatkan pengamanan sejak serangan November 2015.

Europol memperingatkan milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS akan berusaha meningkatkan serangan terhadap sejumlah sasaran Eropa karena kelompok ini mengalami kekalahan di Timur Tengah.

Polisi Eropa tersebut menyatakan semakin banyak milisi akan berusaha kembali ke Eropa dan "puluhan" dari mereka yang mampu melakukan penyerangan kemungkinan sudah berada di sana.

Aksi mereka di antaranya berupa bom kendaraan, penculikan dan pemerasan.

Tetapi laporan tersebut mengecilkan kemungkinan serangan terhadap prasarana penting seperti pembangkit nuklir.

Milisi ISIS sekarang lebih menyukai sasaran mudah dan terjadi peningkatan aksi "pelaku tunggal" seperti serangan truk di Nice, Prancis pada bulan Juli.

Europol memperingatkan sejumlah pengungsi Suriah di Eropa kemungkinan dapat direkrut kelompok ekstremis yang menyusup ke kamp pengungsi.

Eropa diguncang serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir dan pihak yang dipandang bertanggung jawab adalah milisi ISIS.

Ancaman masih tinggi

Laporan tersebut menyatakan Uni Eropa menghadapi sejumlah ancaman dan serangan dari jaringan terorganisir dan pelaku tunggal, anggota atau pelaku yang terinspirasi ISIS, dengan menggunakan sejumlah senjata seperti pisau atau kendaraan.

Hak atas foto AP
Image caption Lebih 80 orang tewas karena serangan sebuah truk di Nice, Perancis pada bulan Juli.

Bahan peledak buatan sendiri, komersial dan militer seperti yang digunakan di Suriah dan Irak belum digunakan di Eropa tetapi "mungkin akan dipakai pada suatu waktu".

"ISIS terbukti sangat ahli mengajak orang melakukan tindakan terorisme di samping melakukan serangan itu sendiri," jelas laporan Europol.

Direkturnya, Rob Wainwright, mengatakan kepada BBC perbaikan kerjasama antara badan intelijen Eropa telah mengurangi kemungkinan terjadinya serangan skala besar.

Tetapi dia memperingatkan terjadinya kelalaian terkait kemungkinan teror. "Mereka melakukan serangan acak oleh penyerang tunggal," katanya.

"Ancamannya beragam dan menantang karena itulah kita harus memastikan bahwa pengumpulan dan pertukaran intelijen mampu mengidentifikasi pihak-pihak yang paling berbahaya."

Bagian penting lain dari laporan ini:

- Negara anggota Uni Eropa manapun yang terlibat koalisi pimpinan AS melawan ISIS, bukan hanya Inggris dan Belgia, dapat menjadi sasaran

- Modus operandi serangan sebelumnya adalah skenario yang paling mungkin

- ISIS diperkirakan mulai merencanakan dan melakukan serangan dari Libia

- Peningkatan hubungan antara teroris dengan penjahat

- Selain ISIS, al-Qaida dan kelompok-kelompok lain tetap merupakan ancaman serius

Serangan teror besar baru-baru ini di Eropa

Januari 2015 - Pembunuhan di kantor majalah Charlie Hebdo dan pengepungan toko Yahudi di Paris

November 2015 - Serangan di gedung konser Bataclan, bar dan rumah makan di Paris, 130 orang tewas

Maret 2016 - Bom bunuh diri di bandara dan metro Brussels, 32 meninggal

14 Juli 2016 - Lebih 80 orang terbunuh karena sebuah truk menyerang kerumunan di Nice

18-24 Juli 2016 - Serangan di sejumlah tempat di Jerman, 10 tewas

26 Juli 2016 - Pendera Fr Jacques Hamel tewas ditikam di gereja Perancis

Topik terkait

Berita terkait