PM Italia mundur setelah kalah telak dalam referendum

"Saya telah kalah dan akan lngsung mengiundurkan diri" - kata PM Matteo Renzi. Hak atas foto EPA
Image caption "Saya telah kalah dan akan langsung mengiundurkan diri" - kata PM Matteo Renzi.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengundurkan diri setekah mengalami kekalahan telak dalam referendum tentang rencananya untuk melakukan reformai tentang konstitusi.

Dalam jumpa pers larut malam, ia mengatakan bertanggung-jawab atas hasil ini, dan kubu 'Tidak' kini harus mengajukan proposal yang jelas.

Exit poll dari jaringan televisi RAI mengisyaratkan hanya 42-46% suara mendukung reformasi, sementara 54-58% suara memilih Tidak.

"Semoga sukses bagi kita semua," kata PM Renzi kepada para wartawan. Ditandaskannya, ia akan mengajukan pengunduran dirinya kepada presiden Italia, Senin, setelah melakukan rapat kabinet terakhir.

Hak atas foto Reuters
Image caption Perayaan kemenangan kubu yang menolak reformasi konstitusi di jalanan Roma.

Presiden diperkirakan akan memintanya untuk tetap mengemban jabatan yang sudah disandangnya sejak 2,5 tahun itu hingga disahkannya anggaran negara oleh parlemen, bulan ini juga.

Gagasan reformasi yang diajukan Renzi, disebutkan, bertujuan memangkas birokrasi Italia dan membuat negeri itu lebih kompetitif.

Namun referendum justru digunakan sebagai kesempatan untuk mengungkapkan ketidak-puasan publik pada sang perdana menteri.

Kubu 'Tidak' didukung partai-partai populis, dan referendum dianggap sebagai barometer sentimen anti kemapanan di Eropa.

Partai populis Gerakan Bintang Lima mengatakan siap untuk memerintah Italia. "Mulai besok kami akan menyiapkan pembentukan pemerintahan Gerakan Bintang Lima," kata pemimpinnya, Luigi Di Maio.

Pemimpin oposisi, Matteo Salvini, dari kubu anti-imigran Liga Utara menyebut hasil ini "kemenangan rakyat terhadap kekuatan-kekuatan tiga perempat dunia.

Hasil ini juga disambut kalangan kanan anti imigran di Eropa.Mata uang Euro langsung jatuh terhadap Dollar AS setelah hasil referendum ini.

Topik terkait