Tak dibayar, pekerja Brasil bentrok dengan pasukan anti huru hara

Para pengunjuk rasa memasang penghalang jalan di depan gedung parlemen Rio. Hak atas foto AP
Image caption Para pengunjuk rasa memasang penghalang jalan di depan gedung parlemen Rio.

Pasukan anti huru hara Brasil bentrok dengan para pekerja yang belum dibayar akibat krisis anggaran di negara bagian Rio.

Sebagian pengunjuk rasa adalah para pegawai negeri yang gajinya belum dibayar sejak berbulan-bulan.

Polisi menggunakan gas air mata dan sempat menembakkan peluru karet terhadap pengunjuk rasa.

Bentrokan terjadi ketika para legislator membahas pemangkasan anggaran besar-besaran untuk mengatasi defisit parah pada anggaran negara bagian Rio.

Ratusan pegawai negeri berkumpul di luar gedung parlemen setempat untuk memprotes langkah-langkah itu.

Hak atas foto EPA
Image caption Polisi menembakkan peluru karet dari jendela sebuah gereja.
Hak atas foto AP
Image caption Para pengunjuk rasa membongkar pagar pembatas konstruksi, untuk dijadikan penghalang jalan di gedung parlemen negara bagian.
Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah pengunjuk rasa terluka dalam bentrokan dengan polisi.

Polisi memasuki sebuah gereja dan menembakkan peluru karet dari sebuah jendelanya. Dioses Gereja Katolik Rio memprotes yang mereka sebut sebagai 'invasi' itu dan menegaskan akan menyelidikinya.

Sejumlah orang, dari kalangan demonstran dan polisi, terluka.

'Mempertahankan kemewahan'

Dalam sebuah orasinya, juru bicara Serikat Pekerja Minyak Rio, Ronaldo Moreno, mengatakan bahwa rakyat marah pada mereka yang berada di kekuasaan.

"Sebagaimana Anda lihat di sini, di Brasil para pencuri datang dan pergi di pemerintahan pusat, di pemerintahan daerah, di kongres," katanya kepada Associated Press.

"Rakyat tak tahan lagi. Apa yang terjadi sekarang adalah perlawanan dari para pegawai negeri, yang sebenarnya merupakan perlawanan dari semua orang. Perlawanan terhadap korupsi, terhadap para penjahat, para politikus ini yang berada di legislatif, yang hanya mau bersuara melawan rakyat. Mereka tak mau kehilangan kemewahan mereka."

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pengunjuk rasa memprotes rencana pemangkasan anggaran.
Hak atas foto AP
Image caption Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu.
Hak atas foto Getty Images
Image caption ... dan polisi membalas dengan tembakan gas air mata.

Sejumlah unjuk rasa berlangsung di luar gedung parlemen selama beberapa hari ini untuk memprotes pemangkasan anggaran. Namun aksi hari Selasa sejauh ini merupakan yang paling diwarnai kekerasan.

Bulan lalu pemerintah pusat membekukan akun-akun bank Rio, memerintahkan negara bagian itu untuk membayar utang-utang mereka yang nilainya berjuta-juta dolar.

Negara bagian Rio menyatakan diri bangkrut menjelang Olympiade Rio, dan mengatakan tak akan sanggup membiayai langkah pengamanan Olimpiade dan tak akan bisa menuntaskan proyek kereta bawah tanah Metro.

Topik terkait