Kubu Republik akan ganjal rencana Trump pajaki perusahaan AS di luar negeri

Donald Trump Hak atas foto AP/Andrew Harnik
Image caption Donald Trump menuding perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di luar negeri telah 'membunuh' lapangan kerja di dalam negeri.

Kubu Partai Republik di Kongres memperingatkan akan menghadang niat Presiden terpilih Donald Trump untuk memajaki perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di luar negeri.

Pemimpin mayoritas di parlemen, Kevin McCarthy menolak untuk mendukung gagasan Trump dalam menerapkan tarif 35% bagi perusahaan AS yang direlokasi ke luar negeri.

Saat akhir pekan, Donald Trump bercuit.

"Akan segera diterapkan pajak 35% bagi perusahaan-perusahaan itu," cuit Trump.

"Pajak ini akan membuat (pemindahan perusahaan) secara finansial menjadi sulit. Harap berhati-hati untuk tidak membuat kesalahan yang sangat mahal. AMERIKA SERIKAT SIAP UNTUK BERBISNIS," tulisnya dalam serangkaian twit.

Seruan Trump tentang pajak impor atas barang yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan yang pindah ke luar negeri akan harus melewati Kongres. Di sana, tradisi ortodoksi Republik masih teguh pada prinsip pengabdian kepada pasar bebas.

Trump seharusnya justru mencegah keluarnya perusahaan-perusahaan dari AS dengan mengubah kode pajak dan menurunkan tingkat pajak untuk bisnis, kata Kevin McCarthy.

"Saya pikir itu cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah dibanding memasuki perang dagang dengan tarif 35%," kata tokoh Republik dari California itu kepada wartawan di gedung Capitol.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kevin McCarthy menganggap, Trump seharusnya mengubah kode pajak dan menurunkan tingkat pajak untuk bisnis.

Kaum Republik biasanya enggan menerapkan tarif seperti itu, dan menganggapnya sebagai campur tangan pada pasar bebas, tetapi hanya sedikit yang blak-blakan menentang rencana Trump.

Di kubu Republik, pendapatnya terbelah antara yang menganggapnya biasa saja hingga yang sengit menentangnya.

Berita terkait