Parlemen Korsel perintahkan teman dekat presiden beri keterangan

Korea Selatan Hak atas foto AP/Ahn Young-joon
Image caption Pengunjuk rasa mengenakan topeng Choi Soon-sil (kiri) dan Presiden Park Geun-hye (kanan) yang dianggap berkolusi.

Teman dekat Presiden Korea Selatan yang menjadi pusat skandal korupsi dan politik sudah diminta untuk memberikan keterangan kepada parlemen.

Choi Soon-sil didakwa berkolusi dengan Presiden Park Geun-hye untuk mendapatkan pengaruh dan kekayaan bagi dirinya sendiri.

Sidang parlemen yang berlangsung di ibu kota Seoul sejauh ini sudah meminta keterangan dari para pimpinan perusahaan besar Korea Selatan -antara lain Samsung, Lotte, Hyundai, LG, dan SK- dan beberapa teman Choi Soon-sil.

Perusahaan-perusahaan besar itu memberi sumbangan kepada yayasan yang dipimpin Choi dan parlemen ingin memastikan apakah sumbangan itu membuat mereka mendapat keistimewan dari pemerintah.

Sementara teman-teman Choi Soon-sil mengatakan kepada parlemen bahwa mereka antara lain memberi saran kepada Presiden Park tentang pakaian yang digunakan dan penunjukan seorang menteri.

Seorang sutradara video terkenal menjelaskan Choi memintanya untuk mengusulkan calon guna menjabat menteri kebudayaan.

Sedangkan seorang perancang mode mengatakan bahwa dia memasok ratusan pakaian, termasuk tas tangan dari kulit buaya kepada presiden melalui Choi.

Hak atas foto Getty
Image caption Jang Si-ho, salah seorang anggota keluarga Choi Soon-sil, memberikan keterangan kepada parlemen.

Presiden Park, yang membantah tuduhan korupsi, saat ini menghadapi tuntutan pemakzulan atau penuntutan mundur yang diajukan partai oposisi.

Sementara unjuk rasa massal yang dihadiri ratusan ribu hingga sejuta orang berlangsung setiap akhir pekan di ibu kota Seoul untuk menuntut dia mengundurkan diri.

Hak atas foto AP/Lee Jin-man
Image caption Warga Korea Selatan menggelar unjuk rasa setiap akhir pekan untuk menuntut Presiden Park mundur.

Presiden sudah menyatakan siap untuk mundur jika memang parlemen sudah menyiapkan mekanisme pengunduran diri dengan lancar.

Para pimpinan perusahaan yang ditanyai parlemen membantah telah melanggar hukum dan mengakui ada tekanan untuk memberi sumbangan.

Salah seorang mengatakan bahwa sulit sekali bagi mereka untuk menolak permintaan pemerintah.

"Merupakan kenyataan di Korea Selatan bahwa jika ada permintaan dai pemerintah, sulit bagi perusahaan-perusahaan untuk menolaknya," kata Huh Chang-soo, pimpinan Grup GS dan Ketua Federasi Industri Korea.

Choi saat ini berada di dalam tahanan polisi bersama dua pembantu Presiden dan sejauh ini menolak untuk menghadiri sidang parlemen dengan alasan kesehatan.

Namun sudah keluar surat perintah baginya serta saksi kunci lainnya untuk hadir dan jika tetap menolak hadir maka terancam hukuman penjara.

Topik terkait

Berita terkait