Pendidikan gratis anak warga asing ilegal disarankan dicabut

Marine Le Pen Hak atas foto AP/Francois Mori
Image caption Jajak pendapat memperkirakan Marine Le Pen akan melaju ke babak akhir pemilihan presiden Prancis pada Mei mendatang.

Pemimpin partai beraliran sayap kanan di Prancis, Marine Le Pen, meminta dihentikannya pendidikan gratis bagi anak-anak warga asing ilegal.

Dalam pidatonya di ibu kota Paris, calon Partai Barisan Nasional untuk pemilihan presiden 2017 itu mengatakan seruannya tidak berarti bahwa dia antiwarga asing.

"Namun saya katakan kepada mereka, jika Anda datang ke negara kami jangan harap untuk diperhatikan, untuk diurus, bahwa anak-anak Anda akan mendapat pendidikan gratis,"

"Waktu bermain sudah habis."

Bagaimanapun berdasarkan undang-undang Prancis tahun 1881, pendidikan dasar gratis merupakan hak bagi setiap anak, yang juga dijamin oleh Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa.

Le Pen diperkirakan akan menjadi satu dari dua calon presiden yang akan melaju ke babak akhir pemilihan preiden Prancis pada Bulan Mei.

Hak atas foto PA/Anthony Devlin
Image caption Undang-undang Prancis menjamin pendidikan dasar gratis untuk setiap anak.

Jajak pendapat terbaru memperlihatkan dia bersaing ketat dalam putaran pertama dengan saingan dari calon partai beraliran kanan tengah, Francois Fillon, yang terpilih untuk maju pada Bulan November.

Namun di putaran yang menentukan, menurut beberapa jajak, sebanyak dua pertiga pemilih cenderung mendukung Fillon.

Adapun Partai Sosialis baru akan mementukan calonnya bulan depan.

Penurunan jumlah pendatang menjadi landasan kebijakan Barisan Nasional dan Le Pen berkampanye untuk mengurangi imigran sebesar 10.000 per tahun serta menghapus hak untuk bersatu dengan keluarga.

Pendidikan juga menjadi salah satu tema utama baginya. Tahun 2014, dia mengungkapkan penentangan untuk menyediakan makanan pengganti daging babi di sekolah-sekolah Yahudi dan Islam.

Sejak mengambil alih kepemimpinan partai dari ayahnya, Jean-Marie Le Pen, enam tahun lalu, dia berupaya untuk melunakkan citra partai yang ekstrem dan berupaya menarik dukungan dari masyarakat arus utama.

Topik terkait

Berita terkait