Penderita dimensia dilacak dengan kode batang di Jepang

Stiker kuku Hak atas foto Getty Images
Image caption Stiker mini dapat ditempelkan pada kuku tangan atau kuku kaki sehingga tidak terlalu mencolok.

Sebuah kota di Jepang, Iruma, di dekat ibu kota Tokyo memberlakukan cara tak biasa untuk membantu keluarga melacak keberadaan anggota keluarga yang mengalami dimensia dengan memasang bar code atau kode batang yang dapat dipindai.

Pihak berwenang kota Iruma menempelkan stiker kecil di kuku orang-orang yang rentan mengeluyur sehingga polisi dapat mengidentifikasi mereka dan kemudian memulangkan mereka.

Stiker berbentuk persegi dan berukuran 1cm itu memuat alamat, nomor telepon dan nomor identitas unik bagi setiap pemakainya.

Disebutkan bahwa stiker khusus bertahan menempel pada kuku rata-rata selama dua minggu dan tahan air pula.

Layanan gratis dengan bar code ini dipandang lebih baik dibandingkan memasang label pada baju atau sepatu penderita dimensia yang bisa berfungsi selama orang tersebut memakai baju atau sepatu yang diberi label.

Akan tetapi jika baju atau sepatu tidak dikenakan pada saat pasien dimentia hilang, maka sistem label itu akan sia-sia.

Layanan baru ini diluncurkan bulan ini dan tercatat sebagai yang pertama di Jepang.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Stiker bertahan menempal pada kuku rata-rata selama dua minggu.

Jepang memiliki proporsi penduduk tua yang besar dan tahun lalu saja terdapat 12.000 warga manula yang dilaporkan hilang. Lebih dari 25% penduduk Jepang berusia 65 tahun atau lebih.

Jumlah itu hampir dipastikan akan meningkat menjadi 40% pada 2055. Adapun jumlah penduduknya diperkirakan akan menurun drastis dari jumlah saat ini 127 juta menjadi 90 juta jiwa.

Topik terkait

Berita terkait