Utusan PBB mendorong solusi politik atas perang Suriah

Orang-orang yang mengevakuasi diri dari distrik timur Aleppo menunggu di daerah yang dikuasai pemerintah di Aleppo, Suriah, 9 Desember 2016. Hak atas foto Reuters
Image caption Ribuan warga sipil menyelamatkan diri dari timur Aleppo ketika jeda kemanusiaan berlangsung pekan ini.

Tentara pemerintah Suriah mungkin hampir memenangkan timur Aleppo namun perang belum usai, kata Utusan Khusus PBB untuk Suriah.

"Sebuah diskusi serius tentang pengaturan politis di masa depan bagi Suriah" adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian, kata Staffan den Mistura pada acara Today di BBC Radio 4.

Pejabat AS dan Rusia akan bertemu di Jenewa untuk membahas situasi di Aleppo pada Sabtu (10/12) ini.

Pada beberapa pekan terakhir, tentara Suriah merebut 85% dari kawasan kota yang asalnya dikuasai oleh pemberontak.

Pertempuran meningkat secara intensif dan memaksa puluhan ribu orang untuk berlindung di kawasan yang dikuasai oleh pemerintah.

Pejabat Rusia mengatakan sekitar 10.500 orang meninggalkan rumah mereka setelah jeda kemanusiaan yang berlangsung pada Kamis (08/12).

"Kita ada di langkah-langkah terakhir pertempuran di Aleppo...ini kemungkinan akan segera berakhir," kata Mistura pada BBC.

"Namun ini bukan akhir perang, ini hanya akhir pertempuran di Aleppo. Tapi akan ada dampak psikologis besar dan kita tak bisa mengecilkan maknanya pada tahap ini."

Satu-satunya cara untuk meraih perdamaian dan stabilitas di Suriah, lanjutnya, adalah kesepakatan pembagian kekuasaan.

'Konflik terburuk sejak Perang Dunia II'

Komentarnya muncul menjelang pertemuan antara pejabat Rusia dan Amerika Serikat dalam upaya untuk menghentikan "kehancuran yang absolut dan menyeluruh" di Aleppo, menurut Menlu AS John Kerry.

Pembicaraan tersebut diharapkan akan berfokus pada cara-cara melindungi warga sipil, selain juga nasib para pemberontak di distrik timur Aleppo.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemberontak terus melawan tentara pemerintah di luar Aleppo pada Jumat.
Hak atas foto Reuters
Image caption Banyak warga lanjut usia dan yang sakit terperangkap di dalam kota selama berminggu-minggu akibat pertempuran.

Namun Kerry tampak mengecilkan makna pertemuan tersebut, mengatakan, "Saya tahu orang lelah dengan pertemuan ini, saya lelah dengan pertemuan ini. Namun apa yang harus saya lakukan? Pulang dan berakhir pekan di Massachusetts sementara orang-orang tewas? Duduk di Washington dan tak melakukan apa-apa?"

Kerry menyebut konflik di Aleppo sebagai yang terburuk "sejak Perang Dunia II".

Berita terkait