Ledakan di gereja renggut puluhan nyawa, Mesir berkabung

Gereja Koptik Hak atas foto Reuters
Image caption Katedral Koptik mengalami kerusakan berat setelah diguncang ledakan bertepatan dengan pelaksanaan Misa Minggu (11/12).

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menyatakan tiga hari berkabung nasional setelah setidaknya 25 orang meninggal dunia dalam ledakan di Katedral Koptik, Kairo.

Presiden Al-Sisi menyebut serangan pada Minggu (11/12) itu sebagai aksi teroris keji sekali dan berjanji untuk mengadili pihak-pihak yang terlibat.

"Terorisme keji tengah dilancarkan terhadap umat Koptik dan Muslim. Mesir akan menjadi negara yang lebih kokoh dan lebih bersatu akibat dari situasi ini," katanya.

Ledakan terjadi di kapel di samping katedral dalam Misa Minggu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga bentrok dengan aparat kepolisian di depan Katedral Koptik menyusul serangan di gereja itu.
Hak atas foto MOHAMED HOSSAM/EPA
Image caption Warga berduka atas meninggalnya puluhan orang dalam serangan Misa Minggu.

Lebih dari 30 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban adalah perempuan.

"Saya menemukan mayat, banyak di antaranya adalah perempuan, tergeletak di bangku gereja. Pemandangannya mengerikan," kata petugas katedral Attiya Mahrous.

Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi melarang anggota keluarga korban untuk memasuki lokasi kejadian.

Minoritas Kristen di Mesir sering menjadi sasaran serangan militan Islam di Mesir.

"Ini merupakan tusukan di setiap jantung rakyat Mesir. Insya Allah, rakyat Mesir akan memberantas terorisme dan kita akan memotong tangan-tangan dari para pengkhianat teroris. Dengan satu suara, kita tekankan bahwa terorisme brutal ini harus dienyahkan," tegas Menteri Kemajuan Agama Mukhtar Gomaa.

Serangan di Katedral Koptik di ibu kota Mesir tersebut sontak membuat sebagian umat Kristen menggelar demonstrasi di depan gereja.

Mereka antara lain menuntut agar menteri dalam negeri dipecat.

Topik terkait

Berita terkait