Venezuela ganti uang kertas pecahan tertinggi dengan koin

venezuela, uang Hak atas foto SCHNEYDER MENDOZA/AFP/Getty
Image caption Uang pecahan 100 bolivar akan digantikan dengan koin.

Dengan alasan untuk memerangi penyelundupan, pemerintah Venezuela akan mengganti uang kertas pecahan tertinggi dengan koin dalam 72 jam mendatang.

Pengumuman penggantian uang kertas 100 bolivar dengan koin disuarakan Presiden Nicolas Maduro melalui tayangan yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi. Menurutnya, tindakan itu diperlukan guna melawan para pelaku penyelundupan.

"Saya telah memberi perintah untuk menutup semua perbatasan darat, laut, dan udara sehingga uang yang dibawa ke luar tidak bisa ditukar dan mereka terjebak dengan hasil kejahatan mereka di luar negeri," kata Maduro.

Penggantian uang kertas pecahan 100 bolivar, menurut Maduro, juga dilakukan demi mengatasi kekurangan pangan dan bahan-bahan pokok lainnya.

Uang kertas pecahan 100 bolivar telah kehilangan nilainya selama beberapa tahun terakhir dan kini bernilai sekitar dua sen atau setara dengan Rp252.

Selain menggantikan 100 bolivar dengan koin, Bank Sentral Venezuela mengatakan pada awal bulan ini bahwa mereka akan merilis enam uang kertas pecahan baru, mulai dari 500 bolivar hingga 20.000 bolivar, pada 15 Desember.

Venezuela, yang menghadapi krisis ekonomi dan politik, mengalami peningkatan laju inflasi. Data terakhir pemerintah Venezuela pada Desember 2015, inflasi mencapai 180%. Akan tetapi, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan harga-harga tahun depan akan melonjak lebih dari 2.000%.

Penghapusan uang kertas pecahan tinggi telah dilakukan India pada awal November lalu. Perdana Menteri India Narendra Modi beralasan penarikan uang kertas 500 dan 1.000 rupee ditempuh dalam rangka menindak korupsi dan kepemilikan uang ilegal.

Berita terkait