Para korban serangan bom di gereja Mesir dimakamkan

Kairo, Mesir Hak atas foto AP/Nariman El-Mofty
Image caption Paus Tawadros II memimpin upacara pemakaman dengan berdoa di depan barisan peti jenazah yang ditempatkan di depan altar.

Kebaktian pemakaman korban serangan bom di sebuah gereja Koptik Mesir digelar di ibu kota Kairo, Senin (12/12).

Serangan Minggu (11/12) itu menewaskan setidaknya 25 orang sementara 21 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Presiden Abdul Fattah al-Sisi sudah menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Kebaktian dipimpin oleh pemimpin Gereja Koptik Ortodoks, Paus Tawadros II, yang berdoa di depan barisan peti jenazah yang ditempatkan di depan altar.

Usai kebaktian di gereja, Paus Tawadros II menyerukan penyembuhan semua gesekan sektarin akibat serangan, yang menurutnya bukan hanya bencana bagi gereja namun juga bencana bagi semua orang.

"Mereka yang melakukan tindakan seperti ini tidak termasuk ke dalam Mesir sama sekali, walaupun mereka berada di tanah ini," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Hak atas foto AFP/KHALED DESOUKI
Image caption Semua peti jenazah ditutup dengan bendera Mesir sebelum dimakamkan.

Sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Presiden al-Sisi, serta pemuka agama Kristen maupun Islam, hadir dalam upacara pemakaman kenegaraan di kawasan Nasr City.

Dalam kesempatan itu, presiden menyebut nama orang yang menurut pihak keamanan melakukan serangan.

"Orang yang melakukan serangan adalah berusia 22 tahun bernama Mahmoud Shafiq Mohammed Mustafa, yang mengenakan sabuk peledak," tuturnya seperti disiarkan stasiun TV Mesir.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mesir menjalani masa berkabung nasional selama tiga hari.

Dia menambahkan aparat keamanan sudah menangkap tiga orang pria dan seorang perempuan serta masih mencari dua lainnya.

Serangan atas kapel di samping Katedral Koptik tersebut merupakan yang terburuk atas kelompok agama minoritas di Mesir.

Masih belum ada pengakuan dari pihak yang melakukan serangan bom.

Topik terkait

Berita terkait