Pertempuran di Aleppo sudah berakhir

Aleppo Hak atas foto GEORGE OURFALIAN/AFP/Getty Image
Image caption Seorang serdadu Suriah dengan bendera Palestina, di atap masjid kuno peninggalan Bani Umayyah di Aleppo timur

Aksi militer di Aleppo sudah berakhir, kata duta besar Rusia di PBB, Vitaly Churkin.

Disebutkannya, pasukan pemerintah Rusia sudah merebut kawasan terakhir yang dikuasai pemberontak di kota itu.

Perkembangan ini bisa mengarah kepada berakhirnya pertempuran sengit lebih dari empat tahun di kota itu, yang menewaskan ribuan orang.

Para wartawan di lapangan mengungkapkan, sudah tak ada lagi pemboman dan baku tembak selama beberapa jam terakhir.

Para pemberontak sudah terdesak sebelumnya ke wilayah sangat kecil di kota itu setelah serangan pemerintah besar-besaran yang didukung oleh kekuatan udara Rusia.

Kesepakatan dicapai seiring laporan PBB tentang pembunuhan warga sipil oleh tentara pemerintah.

Menurut laporan itu, terdapat bukti bahwa 82 warga sipil dibunuh di empat kawasan, dan masih lebih banyak lagi yang kemungkinan sudah tewas.

PBB dan AS mengatakan bahwa pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia bertanggung-jawab atas segala kekejaman di kota itu.

Rusia menyangkal dan mengatakan bahwa segala tudingan itu tidak betul

"Menurut informasi terbaru yang kami terima dalam satu jam terakhir, aksi militer di Aleppo Timur telah berakhir," kata Vitaly Churkin di sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya ia berbicara tentang kesepakatan yang memungkinkan para pemberontak untuk meninggalkan kota itu, dan bahwa proses itu akan berlangsung selama beberapa jam.

"Warga sipil bisa tinggal, mereka bisa pergi ke tempat-tempat aman, mereka dapat memanfaatkan bantuan kemanusiaan. Tidak ada yang akan mengancam warga sipil," kata Churkin.

Kelompok-kelompok pemberontak menyatakan bahwa warga sipil akan digabungkan dalam rombongan eksodus.

Hak atas foto KARAM AL-MASRI/AFP/Getty Images
Image caption Warga meninggalkan kawasan timur Aleppo menuju kawasan pemerintah selama operasi perebutan Aleppo.

Pengambil-alihan bagian timur kota oleh pasukan pemerintah dan hancurnya kantong pemberontak di sana merupakan kemenangan propaganda besar bagi pemerintah Presiden Bashar al-Assad, yang saat ini menguasai hampir semua kota dengan penduduk besar.

Tapi Aleppo - kota terpadat sebelum perang saudara dan merupakan pusat keuangan negara - adalah kemenangan terbesar.

Aleppo menjadi lambang kemenangan bukan saja bagi Suriah, melainkan bagi sekutunya, Rusia, dan pendukungnya, Iran.

Image caption Tidak banyak gedung di Aleppo yang masih utuh. Hampir semuanya dalam keadaan hancur.

Aleppo sendiri mungkin bukan merupakan faktor besar dalam strategi papan catur Moskow. Tapi kekalahan pemberontak di sana menggarisbawahi perubahan nasib luar biasa bagi Presiden Assad.

Sebelum Rusia campur tangan, Presiden Assad sudah berada di ujung tanduk, kekuatan militernya makin ambruk.

Aktor-aktor eksternal telah menyokong pemerintah Assad utamanya untuk mengamankan aspirasi strategis mereka sendiri. Dan aspirasi inilah yang akan memainkan peranan penting dalam menentukan apa yang datang berikutnya.

Berita terkait