Presiden Duterte mengaku pernah membunuh langsung penjahat

Filipina, Duterte Hak atas foto AFP/TANG CHHIN SOTHY
Image caption Presiden Rodrigo Duterte masih tetap populer di kalangan rakyat Filipina.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengaku pernah membunuh langsung secara pribadi tersangka para penjahat ketika masih menjabat wali kota Davao.

Di hadapan para pengusaha di ibu kota Manila, dia mengatakan aksinya itu untuk memperlihatkan kepada polisi bahwa mereka juga bisa melakukannya.

Pada masa kampanyenya, Duterte memang berjanji akan membunuh para pengedar narkotika dan sejak menjadi presiden Juni 2016, diperkirakan lebih dari 5.000 orang dibunuh tanpa proses hukum.

Para tersangka pengedar narkotika itu dibunuh oleh aparat keamanan maupun kelompok sipil bersenjata.

Pengakuan bahwa dia membunuh langsung ini diungkapkan Senin (12/12) sebelum melakukan lawatan ke Kamboja dan Singapura, namun baru diketahui khalayak umum belakangan.

Hak atas foto AP/Bullit Marquez
Image caption Seorang korban kebijakan Presiden Duterte mati ditembak oleh aparat keamanan maupun kelompok sipil bersenjata.

Duterte menjabat wali kota Davao selama dua periode dengan reputasi mengurangi tingkat kriminalitas dan pada saat bersamaan dikritik karena membentuk 'tim pembunuh' tanpa proses hukum.

Dia menjelaskan bahwa pada malam hari dia biasanya mengenderai sepeda motor berkeliling Davao untuk mencari konfrontasi dengan para penjahat yang dibunuhnya, dengan tujuan memperlihatkan kepada polisi bahwa mereka bisa menggunakan kekuatan yang mematikan.

Tahun 2015, dia juga pernah mengatakan pernah membunuh sedikitnya tiga orang, yang dituduh melakukan penculikan dan pemerkosaan di Davao.

Hak atas foto AP/Bullit Marquez
Image caption Sekelompok mahasiswa mengungkapkan penentangan atas kebijakan Presiden Duterte membunuh tersangka pengedar narkotika.

Namun dalam pidato untuk penyerahan penghargaan kepada warga Filipina terpilih, The Outstanding Filipino Awards 2016, dia menegaskan, "Saya bukan pembunuh."

Kini dia mengaku lagi pernah membunuh secara langsung dengan tangannya sendiri.

Walau kebijakan pembunuhan para tersangka pengedar narkotika dikritik oleh beberapa pihak, Duterte tetap tidak gentar.

"Hitler membunuh tiga juta orang Yahudi... Ada tiga juga pecandu narkotika. Saya senang saja membantai mereka," katanya beberapa waktu lalu.

Presiden Duterte kerap menyampaikan komentar yang kontroversial, antara lain menyangkut penentangannya atas hubungan erat Filipina dengan Amerika Serikat selama ini.

Topik terkait

Berita terkait