Senator Partai Republik menuduh Rusia membobol emailnya

Senator Partai Republik Lindsey Graham. Foto: November 2016 Hak atas foto AP
Image caption Senator Graham mengatakan bahwa Rusia berusaha "mengguncang stabilitas demokrasi di seluruh dunia"

Lindsey Graham, senator senior Partai Republik, mengatakan bahwa akun email kampanyenya diretas oleh Rusia.

Senator Graham juga mengatakan pada CNN bahwa dia meyakini 'Rusia meretas' Komite Nasional Demokrat.

Dia juga menuduh Rusia mencoba untuk 'mendestabilisasi demokrasi di seluruh dunia,' dan menuntut adanya sikap yang keras terhadapnya.

Presiden terpilih Donald Trump sebelumnya menolak laporan penilaian CIA yang menyatakan bahwa peretas Rusia berupaya menguntungkannya pada pemilu 8 November lalu.

Dalam perkembangan terbaru, NBC News melaporkan bahwa kini petinggi intelijen AS percaya 'dengan tingkat keyakinan tinggi' bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin ikut secara personal terlibat dalam operasi rahasia Rusia untuk mencampuri pemilihan presiden di AS.

Pihak Rusia sudah berulangkali membantah tuduhan peretasan tersebut.

Aksi bipartisan

Senator Graham, anggota kelompok Komite Dinas Angkatan Bersenjata Senat yang sangat besar kekuasaanya, mengatakan pada CNN 'kami diberitahu FBI pada Agustus lalu bahwa Juni lalu kami diretas'.'

Dia juga mengatakan bahwa percaya 'semua informasi yang dirilis merugikan Clinton dan tidak menjelekkan Trump'.

Namun dia menegaskan bahwa hasil pemilihan tidak diragukan.

"Saya rasa Hillary Clinton kalah karena dia bukan agen perubahan dan dia berusaha mendiskualifikasi Trump dan dia tidak mampu melakukannya."

Meski begitu Graham menambahkan bahwa ini bukan 'isu Partai Republik atau Demokrat' dan harus ditanggapi secara bipartisan.

Dia menuduh Rusia berupaya untuk mendestabilisasi demokrasi.

"Kita harus mengatakan pada Rusia bahwa Anda mencampuri pemilu ini, kami tidak peduli alasannya, kami akan menghajar Anda dengan keras, kami akan menjatuhkan sanksi."