Cina bela pengiriman peralatan militer ke Laut Cina Selatan

Pulau Karang Gaven Hak atas foto CSIS/AMTI/Reuters
Image caption Menurut CSIS, citra satelit ini menunjukkan adanya sistem penangkis serangan udara yang ditempatkan di salah satu pulau buatan Cina.

Kementerian Pertahanan Cina menegaskan bahwa pengiriman peralatan militer ke beberapa pulau yang diperebutkan di Laut Cina Selatan adalah sah dan tidak melanggar hukum.

Dalam pernyataan singkat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan pada Kamis (15/12) disebutkan bahwa peralatan militer telah ditempatkan di Kepulauan Spratly, yang oleh Cina disebut dengan nama Nansha.

Menurut Kementerian Pertahanan, penempatan peralatan militer itu dilakukan karena dipandang perlu dan untuk kepentingan pertahanan.

Hak atas foto Liu Rui/AP
Image caption Pesawat pengebom H-6K milik Cina rutin melakukan patroli udara di Laut Cina Selatan yang diklaim sejumlah negara.

Pernyataan ini dikeluarkan sehari setelah sebuah lembaga pemikir Amerika Serikat, Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengeluarkan citra satelit.

Citra satelit yang diterbitkan di situs CSIS, Asia Maritime Transparency Initiative, tampak menunjukkan bahwa Cina telah menempatkan sistem antipesawat dan sistem antirudal di semua dari tujuh pulau yang dibuat oleh Cina di wilayah Laut Cina Selatan.

Cina mengklaim sebagai besar wilayah Laut Cina Selatan dan juga jalur pelayaran yang sibuk sebagai wilayahnya, meskipun negara-negara lain, termasuk Filipina dan Vietnam, mengaku memiliki wilayah tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah Cina menegaskan bahwa kepulauan yang ada di Laut Cina Selatan adalah bagian dari wilayah negara itu, meskipun Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan bahwa klaim Cina di Laut Cina Selatan tak memiliki landasan hukum.

Topik terkait

Berita terkait