Bom bunuh diri tewaskan 48 tentara Yaman yang antrian gaji

Yaman, Aden Hak atas foto Reuters
Image caption Pengebom bunuh diri dilaporkan bergabung dengan para tentara yang sedang antri untuk pembayaran gajinya.

Seorang pengebom bunuh diri menewaskan sedikitnya 48 tentara Yaman dan melukai 80 lebih lainnya di kota pelabuhan Aden.

Para tentara sedang antri untuk pembayaran gaji di dekat pangkalan militer al-Sawlaban ketika pengebom tersebut menyerang.

Pihak berwenang mengatakan penyerang melemparkan dirinya ke tengah-tengah tentara yang sedang antri dan meledakkan dirinya.

Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, mengaku berada di belakang serangan terbaru ini.

Bulan Agustus lalu, ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 70 orang di satu pusat perekrutan tentara di Aden.

Berbagai faksi yang setia dengan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi -yang diakui dunia internasional sebagai pemerintah yang sah- menguasai sejumlah wilayah di kota pelabuhan tersebut.

Hak atas foto AFP/SALEH AL-OBEIDI
Image caption PBB memperkirakan konflik di Yaman sejauh ini diperkirakan sudah menewaskan 7.000 jiwa.,

Mereka menghadapi perlawaman dari kelompok pemberontak Syiah Houthi dan sekutunya, yang berhasil merebut ibu kota Yaman, Sanaa, tahun 2014 lalu dan beberapa kawasan barat laut Yaman.

PBB memperkirakan konflik di Yaman sejauh ini diperkirakan sudah menewaskan 7.000 jiwa dan sebagian besar korban adalah warga sipil.

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi -yang mendapat dukungan Amerika Serikat dan Inggris- melancarkan sejumlah serangan udara untuk membantu pasukan yang setia pada Presiden Mansour Hadi.

Namun para pegiat internasional menuding serangan udara tersebut sering mengenaik kawasan-kawasan pemukiman penduduk.

Selain ribuan korban jiwa, konflik juga menyebabkan tiga juta warga Yaman harus mengungsi dan sekitar 18 juta lebih -atau 69% dari total penduduk- membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Topik terkait

Berita terkait