Mantan presiden Israel terpidana perkosaan akan dibebaskan

Moshe Kasav Hak atas foto EPA/JIM HOLLANDER
Image caption Moshe Kasav dipidana untuk kasus perkosaan semasa menjabat sebagai menteri, dan pelecehan seksual semasa menjabat presiden Israel.

Bekas presiden Israel Moshe Katsav akan mendapatkan pembebasan bersyarat setelah telah menjalani lima tahun penjara untuk pidana perkosaan dan pelecehan seksual.

Hari Minggu (18/12) sebuah sidang pembebasan bersyarat memutuskan bahwa Katsav, 71 tahun, bisa bebas pekan depan setelah menjalani lima dari tujuh tahun hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya.

Sebelumnya, sudah dua kali pengadilan menolak dua permohonan pembebasan bersyarat Katzav.

Moshe Katsav mundur dari jabatan yang umumnya seremonial itu pada tahun 2007 setelah didakwa untuk pidana perkosaan dan pelecehan seksual. Ia berulang kali menyatakan diri tidak bersalah.

Ada beberapa kasus lain yang sejenis di Israel. Misalnya yang menimpa menteri dalam negeri Israel juga mundur untuk tuduhan pelecehan seksual.

Pada bulan November 2011, Mahkamah Agung Israel dengan suara bulat meneguhkan hukuman terhadap Katsav untuk dakwaan memperkosa seorang mantan staffnya saat menjabat sebagai menteri pada tahun 1990-an, dan melakukan pelecehan seksual pada dua perempuan lain saat menjabat sebagai presiden.

Pengacaranya, Zion Amir, mengatakan bahwa Katzaf meledak dalam tangis ketika menyimak keputusan itu.

"Ini merupakan sebuah perjalanan panjang," katanya kepada radio angkatan bersenjata Israel.

"Hari ini perjalanan itu mencapai garis akhirnya dengan keputusan yang jernih dari komite pembebasan bersyarat," katanya.

Moshe Katsav lahir di Iran, dan merupakan presiden Israel pertama yang lahir di dan berasal dari sebuah negara Islam. Ia menjadi anggota Partai Likud yang berhaluan kanan pada tahun 1977 saat berusia 30 tahun.

Berita terkait