Ke mana warga yang terjebak di Aleppo diungsikan?

Evakuasi Aleppo Hak atas foto AFP
Image caption Warga di Aleppo diungsikan dan akan ditempatkan di Idlib atau di kamp-kamp di dekat perbatasan dengan Turki.

Warga Aleppo yang saat ini tengah diungsikan antara lain akan dibawa ke dekat perbatasan Turki dan juga ke Idlib, provinsi yang sebagian besar dikuasai kelompok-kelompok yang menentang pemerintah Suriah.

Namun muncul kekhawatiran nasib mereka tidak akan membaik, bahkan sama buruknya dengan di tempat lama karena Idlib nantinya akan menjadi 'Aleppo baru'.

"Jika tidak ada kesepakatan politik den gencatan senjata, Idlib akan menjadi Aleppo yang baru," kata utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura.

Kekhawatiran soal Idlib ini didasari pada kenyataan bahwa di provinsi ini tidak banyak tersedia pasok medis dan makanan.

Sebagian besar wilayah Idlib dikuasai oleh pemberontak yang antara lain berafiliasi dengan Jabhat Fateh al-Sham yang dulunya dikenal dengan Front Nusra.

Provinsi ini telah berulang kali di bom oleh militer Suriah dan Rusia dan sejumlah analis meyakini, setelah Aleppo, sasaran operasi militer besar berikutnya dari pemerintah Suriah adalah Idlib.

Seperti apa situasi di Idlib?

Organisasi bantuan mengatakan situasinya jauh dari ideal. Banyak keluarga yang tinggal berdesak-desakan di gedung-gedung yang tak memiliki penghangat, sementara Suriah saat ini sudah memasuki musim dingin.

Palang Merah Internasional mengatakan selain tak dilengkapi pemanas, di gedung-gedung tersebut tak ada air atau pun toilet.

Seorang dokter yang menjadi relawan di satu rumah sakit darurat di Idlib mengatakan di rumah sakit ini tidak ada peralatan untuk memonitor pasien. "Bahkan unit perawatan intensif tak memiliki ventilator, mesin untuk membantu pasien bernafas" katanya dalam video yang diunggah ke Facebook.

Hak atas foto AFP
Image caption Banyak pihak mengatakan kondisi di Provinsi Idlib tak layak untuk menampung pengungsi dari Aleppo.

Wakil Perdana Menteri Turki, Veysi Kaynak, dikutip kantor berita Dogan mengatakan Idlib tidak punya kapasitas fisik untuk mengakomodasi banyak orang.

Menurut Palang Merah Internasional, terdapat sekitar 230.000 pengungsi yang saat ini berada di Idlib yang tersebar di sekitar 250 kamp.

Ada dua kota di Idlib yang banyak didiami oleh pemeluk Syiah, yaitu Foua dan Kefraya, yang dikepung oleh pemberontak.

Petempur propemerintah yang meninggalkan dua kota ini pada akhir 2015 mengatakan bahwa warga yang kelaparan terpaksa makan rumput, sementara para korban menjadi operasi tanpa dibius.

Berapa yang tersisa di Aleppo?

Setidaknya 6.000 orang, termasuk 3.000 petempur dan lebih dari 300 orang yang mengalami luka-luka, telah meninggalkan Aleppo, kata organisasi pemantauan HAM Suriah yang berpusat di Inggris.

Namun banyak juga petempur yang menolak meninggalkan Aleppo karena khawatir akan ditahan atau dipaksa menjadi tentara pemerintah Suriah. Yang lain mengatakan mereka akan bertahan dan bertempur sampai mati.

Utusan PBB De Mistura memperkirakan hingga Kamis pekan lalu sekitar 50.000 orang termasuk 40.000 warga sipil masih terjebak di Aleppo timur.

Topik terkait

Berita terkait