MH370 'kemungkinan tidak berada di area pencarian'

In this March 22, 2014 file photo, flight officer Rayan Gharazeddine scans the water in the southern Indian Ocean off Australia from a Royal Australian Air Force AP-3C Orion during a search for the missing Malaysia Airlines Flight MH370. Hak atas foto AP
Image caption The search in the Indian Ocean began immediately after the disappearance of MH370 in March 2014

Penyelidik yang memimpin pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 mengatakan bahwa kemungkinan pesawat tidak berada di area pencarian sekarang, tapi lebih jauh di utara.

Kapal-kapal pencari sudah menyisir area seluas 120.000 km persegi di Samudra Hindia.

Sejauh ini tak ada puing kapal yang ditemukan dan operasi akan berakhir pada awal 2017.

Pesawat dengan 239 orang di dalamnya berada dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing saat menghilang pada 2014.

Menteri Transportasi Australia Darren Chester mengatakan bahwa meski begitu, pencarian tak akan diperpanjang karena laporan tidak memberi "lokasi spesifik" pesawat tersebut.

Pemerintah Australia, Malaysia dan Cina, yang membiayai pencarian tersebut juga sebelumnya sudah sepakat bahwa "kami akan menghentikan pencarian sampai tersedia bukti yang kredibel" yang merujuk pada lokasi, katanya.

Biro Keselamatan Transportasi Australia, ATSB, yang diberi tugas untuk mengkoordinasi pencarian tersebut, melakukan evaluasi bersama tim penerbangan serta pakar ilmiah multinasional pada November.

Laporan terbaru mereka, berdasar pada pertemuan tersebut, mengatakan bahwa "ada keyakinan besar bahwa area bawah laut yang sebelumnya teridentifikasi tidak terdapat pesawat yang hilang".

Pakar menyebut bahwa area baru sekitar 25.000 kilometer persegi di utara area pencarian adalah "probabilitas terbesar" area di mana pesawat berada.

Mereka menyatakan bahwa ini adalah area terakhir di mana pesawat kemungkinan berada, menurut bukti terbaru.

Hak atas foto EPA
Image caption Pencarian pesawat Malaysia Airlines akan berakhir pada awal 2017.

Kesimpulan baru mereka ini berdasar pada simulasi penerbangan serta analisis satelit komunikasi, selain juga pola model pergerakan berbasis pada waktu dan lokasi temuan puing.

Beberapa puing yang ditemukan oleh warga sipil dalam beberapa bulan terakhir membenarkan bahwa MH370 berada di sepanjang pesisir pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudera Hindia.

Pakar juga mengatakan bahwa pesawat berada di "jalur terbang yang tidak stabil" dan sayapnya berada dalam posisi yang ditarik, sejalan dengan temuan awal oleh ATSB yang mengatakan bahwa epsawat melakukan "penurunan yang cepat dan tak terkontrol".

ATSB mengatakan mereka sudah mempresentasikan temuan itu pada pemerintah Malaysia, Cina dan Australia.

Kini hanya ada satu kapal yang digunakan untuk mencari pesawat di area yang sudah ditentukan.