'Pengungsi' ditahan karena serangan truk di pasar Natal Berlin

Lokasi truk yang menabrak alun-alun Breitscheidplatz dekat Kurfuerstendamm di barat Berlin, Jerman, 19 Desember 2016 Hak atas foto Reuters
Image caption Sedikitnya 12 orang tewas ketika truk lori menabrak kerumunan.

Polisi Jerman sedang meminta keterangan dari seorang pria yang mereka percaya menabrakkan truk lori ke sebuah pasar Natal di berlin, menewaskan 12 orang dan melukai 48 lainnya.

Pengemudi tersebut adalah seorang pencari suaka asal Afghanistan atau Pakistan, menurut sumber pihak keamanan yang dikutip oleh kantor berita DPA.

Dia dilaporkan datang ke Jerman pada Februari lalu sebagai pengungsi.

Harian Tagesspiegel mengatakan bahwa pria tersebut diketahui oleh polisi karena kejahatan-kejahatan kecil, tapi tidak terkait teror.

Politisi Jerman sudah menolak menyatakan bahwa aksi ini adalah serangan teror, namun Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan pada televisi ARD, "ada banyak hal yang merujuk pada satu hal".

Polisi Berlin mengatakan bahwa penyelidik memperlakukan aksi ini sebagai aksi sengaja.

Pasar Natal yang diserang berada di Breitscheidplatz, dekat Kurfuerstendamm, pusat belanja di barat Berlin.

Insiden mematikan tersebut terjadi di sekitar Gereja Memorial Kaiser Wilhelm, yang rusak akibat pengeboman Perang Dunia Dua, dan dipertahankan sebagai simbol perdamaian.

Truk yang berisi tiang besi tersebut menuju ke pasar pada jam tersibuk, menabrak pondok-pondok kayu dan kios yang penuh dengan turis serta warga lokal.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ambulans dan mobil polisi langsung menuju lokasi tabrakan.

Pengemudi truk dilaporkan langsung ditangkap ketika meninggalkan truknya dan berusaha kabur.

Juru bicara polisi Berlin, Winfried Wenzel, mengatakan pada koran Jerman die Welt bahwa pria tersebut berlari di jalan yang menuju Tiergarten, taman umum yang luas.

Seorang saksi mengikutinya sejauh dua km, dan memanggil polisi, yang langsung menahannya di dekat monumen Kolom Kemenangan.

Juru bicara polisi memperkirakan bahwa pengemudi truk mungkin ingin "mencari perlindungan di kegelapan taman".

Hak atas foto AP
Image caption Pohon Natal yang jatuh dekat truk.

Polisi membenarkan bahwa penumpang yang ditemukan tewas di dalam truk adalah seorang berkewarganegaraan Polandia. Ada kekhawatiran bahwa dia adalah pengemudi asli kendaraan tersebut yang kemudian dibajak.

Ariel Zurawski, pemilik truk tersebut yang juga warga Polandia, membenarkan bahwa pengemudinya hilang dan tak bisa dikontak sejak jam 16:00 pada Senin (21:00 WIB).

"Kami belum mendengar kabarnya sejak sore ini. Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dia sepupu saya, saya kenal dia sejak anak-anak. Saya bisa mendukungnya," katanya pada kantor berita AFP.

Hak atas foto Reuters
Image caption Puluhan orang dilaporkan juga terluka.
Hak atas foto Sean Gallup
Image caption Seorang saksi mata melaporkan melihat "darah dan tubuh di mana-mana".

Kenangan Nice

Serangkaian serangan skala kecil oleh milisi Islamis menyentak Jerman awal tahun ini.

Insiden Senin ini mengingatkan akan serangan truk lori pada Hari Bastille di Nice, Prancis, 14 Juli lalu, ketika 86 orang tewas. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam.

Hak atas foto AFP
Image caption Insiden ini terjadi tepat di jantung barat kota.
Hak atas foto Reuters
Image caption Penghormatan menggunakan bendera Jerman dan lilin digunakan di lokasi-lokasi dekat lokasi kejadian.

Menanggapi berita dari Berlin, Wali Kota Nice Christian Estrosi mencuit: "Berlin mengerikan. Dukungan bagi wali kota Berlin dan warga Jerman, jangan pernah ada lagi."

Amerika Serikat menyebut tragedi tersebut "serangan teroris" dan menyampaikan dukungannya.

Presiden terpilih Donald Trump menyalahkan "teroris Islamis" atas "penjagalan" warga Kristen di ibu kota Jerman tersebut.

Topik terkait