Saksi serangan Berlin: Suasana meriah berubah menjadi tragedi

Berlin Hak atas foto Getty Images
Image caption Lori dikemudikan dengan kecepatan tinggi ke pasar Natal di Berlin.

Pada Senin (19/12) malam, pasar Natal di di Breitscheidplatz, Berlin, Jerman, dipadati pengunjung. Kios-kios berjejer menjual segala keperluan Natal, lampu hias menambah semarak suasana malam hari.

Namun kondisi sontak berubah menjadi kekacauan total dan menjadi tragedi ketika lori menerabas trotoar dan kemudian menghantam pasar Natal itu.

Dua belas orang meninggal dunia dan 48 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelakunya diduga adalah seorang pencari suaka asal Pakistan yang masuk ke Jerman tahun lalu. Otoritas setempat mengatakan peristiwa berdarah itu kemungkinan adalah serangan teror.

Berikut penuturan beberapa saksi mata:

Emma Rushton, wisatawan Inggris

"Orang-orang sedang berminum-minum. Ada alunan musik Natal, lampu-lampu hias Natal. Suasananya sangat meriah dan kemudian terjadi horor di depan kami."

Rushton baru kali ini berkunjung ke Berlin dan ia merasa sangat beruntung selamat dalam tragedi ini.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Lori diketahui dirampas oleh pelaku dari tangan seorang pengemudi asal Polandia.

"Kami menunggu, melihat lampu dan menunggu untuk kembali ke hotel ketika mendengar suara keras sekali."

"Kami melihat ke segala arah dan melihat lampu-lampu roboh ditabrak lori dan kios-kios di depan kami ... hancur total.

"Lori itu meratakan kedai tempat kami membeli minuman anggur, dan lori terus melaju.

Mike Fox, wisatawan

"Ketika kami hendak pergi, truk besar tiba.

"Truk itu melaju di samping saya, di samping kekasih saya. Saya kira jaraknya hanya tiga meter dari saya dan lima meter dari kekasih saya."

Hak atas foto Pawel Kopczynski/Reuters
Image caption Sebagian kios-kios pasar Natal, hancur, sebagian rusak berat.

Fox kemudian berusaha memberikan pertolongan kepada orang-orang yang tergelatak di tanah.

"Saya melihat seorang pria yang diseret, mukanya berdarah. Saya bersama sejumlah orang membantu mengangkat salah satu kios sehingga mereka dapat mengeluarkan dua orang yang tertimbun."

Jan Hollitzer, redaktur surat kabar Berliner Morgenpos

Serangan di kota kelahirannya ini mengingatkan Hollitzer akan serangan lori di Nice, Prancis, yang menewaskan 86 orang pertengahan tahun ini.

Ia melakukan streaming video langsung di Facebook beberapa saat setelah kejadian yang diduga sebagai serangan itu.

"Saya mendengar keributan dan teriakan."

Hak atas foto Reuters
Image caption Lori melewati pasar dan kemudian masuk ke jalan lain.

Ditambahkannya kios-kios hancur, kaca dan barang-barang tembikar pecah. Ia juga melihat cairan "mungkin anggur merah, mungkin darah, saya tidak tahu".

"Saya melihat orang-orang tergeletak di tanah dan beberapa orang berada di bawah truk.

"Sangat mengerikan dan sekacau yang dapat dibayangkan."

Ibrahim Colak, warga Berlin

Colak meyakini penabrakan lori itu dilakukan secara sengaja.

"Saya bersama sekelompok teman dan baru saja memutuskan untuk pergi dan mencari makan malam."

Hak atas foto TOBIAS SCHWARZ/AFP
Image caption Para pedagang pasar Natal di Breitscheidplatz membawa karangan bunga pada Selasa (20/12) untuk diletakkan di lokasi kejadian.

"Kemudian kami mendengar suara seolah-olah salah satu kios pasar Natal jatuh.

"Ketika saya melihat ke belakang, saya melihat lori melaju kencang. Saya yakin itu adalah serangan sengaja. Lori tidak berhenti atau berusaha menghindar."

Ia mengatakan ia mengangkat kayu-kayu yang menimpa sejumlah orang di pasar.

"Saya juga berusaha membantu orang-orang yang berada di belakang lori, tetapi ya Tuhan, sangat mengerikan untuk menggambarkannya."

Topik terkait

Berita terkait