Presiden Duterte ditawari peralatan militer gratis Rp188 miliar oleh Cina

Duterte Hak atas foto NOEL CELIS/AFP
Image caption Presiden Duterte tampak berbincang akrab dengan Duta Besar Cina Zhao Jianhua dalam suatu acara di Manila.

Cina menawarkan peralatan militer senilai lebih dari US$14 juta atau sekitar Rp188 miliar kepada Filipina untuk membantu operasi memberantas narkotika dan terorisme.

Kepastian itu dikatakan oleh Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, pada Selasa (20/12).

Dikatakan oleh Lorenzana tawaran terbaru ini disampaikan oleh Duta Besar Cina Zhao Jianhua dalam pertemuan bersamanya dan juga Presiden Rodrigo Duterte hari Senin (19/12).

Hak atas foto Ezra Acayan/Reuters
Image caption Presiden Duterte menunjuk pada kertas berisi daftar orang-orang yang dia duga terlibat dalam perdagangan narkoba.

Lorenzana mengutip dubes Cina yang mengatakan kepada presiden, "Saya paham masalah Anda dalam bidang terorisme dan narkotika jadi kami ingin membantu Anda."

Menindaklanjuti tawaran tersebut, tambahnya, beberapa pejabat pertahanan akan berkunjung ke Cina tahun depan untuk meninjau peralatan senjata yang ditawarkan.

Secara terbuka pemerintah Cina mendukung operasi pemberantasan narkotika yang ditempuh Presiden Duterte. Amerika Serikat dan berbagai organisasi hak asasi manusia mengecam pemberantasan narkotika yang sejauh ini menewaskan ribuan orang tanpa proses pengadilan.

Menurut Lorenzana, Cina juga menawarkan pinjaman lunak jangka panjang US$500 juta.

Hubungan antara Filipina dan Cina menghangat sejak Presiden Rodrigo Duterte berkuasa.

Dalam berbagai kesempatan ia mengatakan ingin membatasi hubungan militer yang sudah lama terjalin dengan Amerika Serikat dan lebih condong menjalin hubungan dengan Cina. Ini terjadi meskipun Cina dan Filipina sebenarnya terlibat dalam perebutan wilayah di Laut Cina Selatan.

Berita terkait