Obama melarang 'secara permanen' pengeboran minyak di lautan

Foto dari 14 Mei 2015, menunjukkan rig pengeboran minyak Polar Pioneer yang dibawa menuju dermaga di Teluk Elliott, Seattle. Hak atas foto AP
Image caption Rig Arctic seperti "pionir kutub" tak pernah dikirimkan.

Presiden AS yang akan segera menyelesaikan masa tugasnya, Barack Obama, sudah secara permanen melarang pengeboran minyak dan gas bumi di 'sebagian besar' perairan utara Amerika Serikat.

Menurut Obama, sebagian area Samudra Arktik dan Atlantik 'dilarang tanpa batas waktu' untuk pengelolaan di masa depan.

Langkah ini dilihat sebagai upaya untuk melindungi kawasan tersebut sebelum Obama meninggalkan Gedung Putih pada Januari nanti.

Pendukung presiden terpilih Donald Trump mungkin akan kesulitan membalikkan keputusan tersebut.

Kanada juga menerapkan larangan yang mirip di perairan Arktik mereka, dalam pengumuman bersama dengan Washington.

Gedung Putih mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah untuk 'ekosistem serta ekonomi Arktik yang kuat, berkelanjutan dan masuk akal'.

Mereka mengutip soal kebutuhan budaya, kekhawatiran akan kehidupan satwa serta 'kerapuhan' kawasan tersebut terhadap tumpahan minyak sebagai dasar untuk melarang pengeboran.

Kanada akan meninjau keputusan tersebut setiap lima tahun, namun Gedung Putih menegaskan bahwa larangan Obama terhadap pengeboran akan berlangsung secara permanen.

Keputusan ini berdasar pada aturan hukum dari 1953 yang memungkinkan presiden melarang pengeboran lepas pantai tanpa batas waktu.

Pada saat kampanye, Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menggunakan cadangan minyak bumi AS yang masih tersedia, dan ini memicu kekhawatiran dari kelompok peduli lingkungan

Hak atas foto AP
Image caption Saat kampanye, Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menggunakan cadangan minyak bumi AS yang masih tersedia.

Menanggapi deklarasi Arktik ini, kelompok Friends of the Earth mengatakan, "Belum ada presiden yang mencabut keputusan permanen dari presiden sebelumnya yang menyatakan mundur dari pengembangan area minyak dan gas bumi di lepas pantai. Jika Donald Trump berusaha membalikkan keputusan Presiden Obama tersebut, maka dia akan dibawa ke pengadilan."

Meski begitu, American Petroleum Institute mengatakan 'tidak ada yang namanya larangan permanen' dan berharap bahwa pemerintahan Trump akan membalikkan keputusan tersebut.

Hak atas foto AFP / Getty Images
Image caption Direktur Exxon Mobil Rex Tillerson sudah ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri AS berikutnya.

Trump juga sudah memunculkan kekhawatiran pada kelompok-kelompok perlindungan lingkungan karena pilihannya atas kandidat yang akan menempati posisi-posisi senior di Gedung Putih.

Rex Tillerson, direktur perusahan minyak Exxon Mobil, rencananya akan diangkat menjadi Menteri Luar Negeri, sementara Menteri Energi pilihan Trump adalah Rick Perry. Perry, sebagai Gubernur Texas, sebelumnya pernah meminta adanya pengurangan aturan bagi industri minyak bumi.

Kelompok aktivis lingkungan menolak keras dua pilihan Trump tersebut.

Saat ini, sangat sedikit pengeboran yang terjadi di kawasan Arktik karena prosesnya lebih mahal dan sulit daripada lokasi-lokasi pengeboran lainnya.