Bisakah kerumunan orang di pasar Natal diamankan?

Berlin, Jerman Hak atas foto AFP
Image caption Suasana pasar Natal di Berlin setelah serangan dengan menggunakan truk yang menewaskan 12 orang.

Tak banyak orang yang 'benar-benar terkejut' dengan serangan yang menyedihkan atas sebuah pasar Natal di Berlin, yang menewaskan 12 orang melukai puluhan lainnya.

Cuma -biarpun taktik dan sasarannya bisa diduga- upaya keamanan untuk mencegahnya amat sulit.

Bagi kaum jihadis, pasar-pasar tradisional di sejumlah negara Eropa menjadi sasaran simbolis, karena potensi korban bukan hanya warga setempat, juga para wisatawan asing.

Serangan seperti itu juga berdampak emosional yang tinggi karena dalam suasana musim liburan.

Sebuah taktik yang bukan sama sekali baru mengingat tahun 2000, sebuah pasar di Strasbourg, Prancis, akan menjadi sasaran bom al-Qaida namun berhasil digagalkan.

Beberapa pekan lalu, seorang remaja berusia 12 tahun yang 'teradikalisasi' ditangkap di Jerman karena merencanakan meledakkan bom buatan sendiri di sebuah pasar di kota tempat tinggalnya. Bom berisi paku itu, gagal meledak.

Mobil sebagai senjata

Tahun 2014 sebuah mobil barang menabrak pasar Natal di Nantes, Prancis, melukai 10 orang dan salah seorang korban belakangan meninggal.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebuah mobil barang menabrak pasar Natal di Nantes tahun 2014 dan menewaskan satu orang.

Bulan Juli, serangan truk ke kerumunan orang yang sedang merayakan Hari Bastille di kota Prancis lainnya, Nice, menewaskan 86 orang.

Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan al-Qaida memang pernah menyerukan penggunaan kenderaan bermotor sebagai senjata, dan serangan di Nice jelas merupakan salah satu perwujudannya.

Bagaimanapun dalam serangan di Nice, sopir truk yang melakukan serangan mungkin terinspirasi para jihadis ISIS dengan kontak langsungnya ke ISIS diperkirakan terbatas.

Memeriksa semua sopir truk tentu bukan jalan ke luar, khususnya setelah serangan di Berlin karena truknya dibajak setelah sopirnya dibunuh, hanya beberapa jam sebelum digunakan untuk menyerang.

Jadi tantangan untuk mencegah serangan 'berteknologi rendah' seperti ini memang amat rumit.

Hak atas foto AFP/VALERY HACHE
Image caption Serangan truk di Nice, 14 Juli 2016, menewaskan 86 orang.

Sekitar satu dekade lalu, para militan al-Qaida cenderung merencanakan serangan yang rumit dengan menggunakan bahan peledak. Serangan yang membutuhkan latihan dan juga perjalanan ke negara lain, yang sekaligus pula membutuhkan komunikasi dan perencanaan matang.

Oleh karena itu, pihak-pihak intelijen bisa menyelidiki rencana tersebut dan mencegahnya.

Serangan tunggal jihadis

Akan tetapi amat sulit untuk menghentikan seseorang yang bertindak sendirian atau lewat sel kecil yang terinspirasi oleh ISIS dan tidak berhubungan langsung.

Begitu mereka, atau seseorang, membajak sebuah truk, maka kecil sekali peluang untuk menemukannya.

Satu-satunya yang bisa dilakukan dalam kasus seperti ini adalah mengurangi dampak serangan sekecil mungkin.

Pemerintah Inggris sudah menempuh kebijakan meluas dalam upaya melindungi tempat-tempat umum yang padat pengunjung.

Kantor Keamanan Kontra Terorisme Nasional memberikan saran-saran secara rutin kepada pihak yang menjaga keamanan gedung umum, pun, bar, dan tempat-tempat yang menarik kedatangan orang banyak.

Hak atas foto AFP/FRANCOIS NASCIMBENI
Image caption Kehadiran polisi di tempat-tempat umum jelas bukan merupakan jawaban atas potensi serangan truk.

Langkah tersebut ditempuh karena dipicu oleh serangan bom mobil atau 'serangan bersenjata' seperti yang pertama kali terjadi di Mumbai, India, tahun 2008. Waktu itu sekelompok pria bersenjata melepas tembakan membabi buta di tempat umum dan menewaskan 164 orang.

Kekhawatiran akan bom mobil membuat pemerintah Inggris membangun banyak bollard atau tiang-tiang besi setinggi satu meter untuk mencegah mobil memasuki kawasan tertentu.

Selain itu juga banyak dibuat rintangan-rintangan lain di jalanan, termasuk chicanes atau belokan kecil di tengah jalan sehingga mobil tidak bisa melaju lurus dengan kencang.

Di sisi lain, ditempuh peningkatan pengamatan dalam acara-acara umum dengan kerjasama antara pihak penyelenggara dan polisi.

Namun tetap saja sulit untuk melindungi pasar, antara lain karena biasanya berada di tempat terbuka dan juga sering bersifat sementara sehingga 'tidak tepat' untuk mendapat investasi besar yang permanen walau penghalan sementara tentu bisa juga dibuat.

Penghalang bukan sebagai jawaban

Kepolisian Inggris mengatakan sudah ada rencana pengamanan di pasar-pasar Inggris, yang dikaji secara teratur dan kadang disesuaikan. Kepolisian Manchester, misalnya, menempuh peningkatan kehadiran aparat polisi.

Bagaimanapun para ahli kontra terorisme memperingatkan bahwa semata-mata mendasarkan pada perlindungan masih tidak cukup.

Image caption Pembangunan bollard atau tiang besi bisa mencegah mobil atau truk menerobos ke tempat-tempat tertentu.

"Bollard dan pasukan yang lebih banyak di jalanan jelas bukan jawaban atas ancaman ini," jelas Richard Walton -yang memimpin kontra terorisme di Kepolisan Metropolitan selama lima tahun hingga awal 2016- kepada BBC.

"Anda harus membangun kemampuan intelijen. Anda harus mendorong orang untuk memberi tahu sesuatu dan khususnya Anda harus mendorong komunitas Muslim agar melakukan itu dengan kepercayaan pada lembaga-lembaga dalam memberi informasi dan kekhwatiran mereka."

Dalam serangan di Berlin, agaknya masih ada pertanyaan apakah intelijen sudah cukup, mengingat metode serangan dan ancamannya, secara umum, sudah diketahui.

Akhir November, Kementerian Luar negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar berhati-hati 'pada masa liburan akhir tahun, acara-acara umum, dan pasar di tempat terbuka'.

Peningkatan keamanan juga dilakukan di beberapa pasar Natal, seperti yang terkenal di Strasbourg, dengan melakukan pemeriksaan dan membatasi pergerakan kendaraan bermotor.

Tapi selalu ada risiko jika tidak semua pasar menerapkan standar keamanan yang sama, karena penyerang dengan cepat bisa mengubah sasarannya ke tempat yang 'kurang aman'.

Pihak berwenang di Jerman merasa perlu untuk menjelaskan persiapan pengamanan karena mereka tampaknya tidak memiliki halangan jalan untuk menghentikan truk di Berlin.

"Pasar Natal tidak bisa diubah menjadi benteng," kata salah seorang pejabat, sehari setelah serangan di Berlin.

"Kita memiliki banyak sekali sasaran-sasaran yang lemah. Ada banyak sekali kemungkinan menyerang dengan sebuah truk dan membunuh orang."

Topik terkait

Berita terkait