Turki derita korban tewas terbanyak dalam pertempuran sehari melawan kelompok ISIS

Tentara Turki Hak atas foto Reuters
Image caption Militer Turki mulai beroperasi di Suriah pada bulan Agustus 2016.

Empat belas tentara Turki tewas dalam pertempuran sengit melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah, demikian militer Turki mengatakan.

Bentrokan terjadi pada hari Rabu (21/12) di kota al-Bab, saat Turki membantu para pemberontak non-ISIS merebut kota itu dari kendali kelompok ISIS.

Sementara lebih dari 33 tentara Turki dilaporkan terluka.

Ini merupakan jumlah korban tewas terbesar di pihak militer Turki dalam satu hari sejak diluncurkannya operasi militer di Suriah pada bulan Agustus.

Pihak militer mengatakan kelompok ISIS merekrut banyak pembom bunuh diri dan 138 orang pasukan mereka tewas dalam pertempuran itu. Namun, jumlah korban tewas di pihak kelompok ISIS tidak dapat diverifikasi secara independen.

Pertarungan di kota al-Bab digencarkan, saat medan perang utama lain di Suriah - Aleppo - sebentar lagi akan berada di bawah kendali pemerintahan Suriah

Kota strategis yang terletak sekitar 20 km dari perbatasan Turki itu menjadi sasaran serangan Turki selama empat bulan, yang bertujuan untuk memukul mundur kelompok ISIS dan pasukan Kurdi.

Turki mengatakan operasi militernya berhasil membuat kekalahan besar di pihak ISIS dan hampir melemahkan kekuatan kelompok itu di al-Bab, kata analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher.

Pertanyaan yang tetap bergulir adalah, sejauh mana keinginan pasukan Turki berada di Suriah - dan apakah mereka akan memainkan peran dalam operasi terakhirnya untuk memukul mundur kelompok ISIS keluar dari ibukota de facto di negara itu, Raqqah, tambah wartawan BBC.

Image caption Bentrokan terjadi pada hari Rabu (21/12) di kota al-Bab.

Topik terkait