Lagi, Donald Trump klaim kemenangan popular vote

Donald Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Untuk memenangkan popular vote, Trump mengatakan ia 'akan berkampanye secara berbeda'.

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengklaim bahwa ia bisa memenangkan suara popular lebih dari pesaingnya, Hillary Clinton.

Pernyataan 'bernada kesal' ini ia tuangkan dalam cuitan terbarunya di Twitter.

"Saya bahkan bisa melakukan hal yang lebih baik dalam pemilu, jika itu memungkinkan, jika pemenang didasarkan pada popular vote, saya akan berkampanye dengan cara berbeda," katanya.

Presiden terpilih dari Partai Republik ini bersikeras bahwa strateginya lebih 'canggih.'

Ia memenangkan hampir tiga juta suara sedikit lebih sedikit dari kandidat presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, namun ia unggul di electoral college.

Electoral college telah menetapkan Trump sebagai pemenang pemilihan presiden tahun 2016.

Tapi miliader asal Manhattan ini tampaknya masih harus bergesekan dengan klaim para kritikus yang mengatakan bahwa ia tidak mendapat mandat populer.

Dalam dua tweet lainnya yang dicuitkan pada hari Rabu pagi (21/12), Trump mengatakan, "Kampanye untuk memenangkan Electoral Collegejauh lebih sulit & canggih dibanding popular vote. Hillary terfokus pada negara-negara bagian yang salah!"

Hak atas foto TWITTER
Image caption Dalam cuitannya di twitter, Donald Trump menulis bahwa ia bisa saja memenangkan suara lebih banyak dibanding pesaingnya, Hillary Clinton.

Pengusaha -yang menghabiskan liburan akhir tahun di resornya di Florida- menambahkan, "Saya belum mendengar apa pun dari para pakar atau komentator yang membahas fakta bahwa saya menghabiskan UANG JAUH LEBIH SEDIKIT dalam kemenangan dibanding yang dihabiskan Hillary dalam kekalahannya!"

Namun, Trump tampaknya telah mengakui bahwa ia akhirnya kalah dalam popular vote.

Akhir bulan lalu ia keliru mengklaim dalam sebuah tweetnya yang mencuitkan 'selain memenangkan Electoral College secara penuh, saya juga memenangkan popular vote jika Anda mengurangi jutaan orang yang memilih secara ilegal".

Ia kemudian kembali mencuitkan twitnya bahwa ada 'kecurangan serius' di Virginia, New Hampshire, dan California.

Tidak ada kecurangan pemilu yang dilaporkan oleh para pejabat pemilu AS ataupun para pengamat.

Trump akan dilantik sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-45 pada 20 Januari mendatang.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pengunjuk rasa di luar gedung DPR Michigan mengecam para pemilih Electoral College yang memberikan suara di dalam gedung pada hari Senin (19/12).

Berita terkait