Serangan teroris di Yordania, AS keluarkan peringatan perjalanan

Yordania Hak atas foto AFP
Image caption Aparat keamanan Yordania terus melakukan penjagaan di pusat kota Arak setelah serangan pekan lalu.

Kementerian luar negeri Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada seluruh warganya di Yordania setelah adanya "ancaman kelompok teroris" setelah serangan mematikan, awal pekan lalu.

Mereka menyatakan kelompok yang menamakan diri Negara Islam alias ISIS beserta komplotannya akan "terus merencanakan serangan" di Yordania.

Lebih dari selusin orang, termasuk seorang turis Kanada, telah tewas dalam serangan di Yordania sejak pekan lalu.

Kemenlu AS juga memperingatkan kepada warganya yang tinggal di Mesir agar waspada menyusul serangkaian di negara itu.

Mereka disarankan tidak melakukan perjalanan ke semenanjung Sinai dan sekitarnya.

Target warga AS dan Barat

Dalam pernyataan resminya, Kemenlu AS mengatakan bahwa "organisasi teroris dan ekstrimis menyatakan akan melakukan serangan dengan target warga AS dan Barat di Yordania".

"Dalam setahun terakhir, pemerintah Yordania telah diberitahu oleh Kedutaan Besar AS bahwa ada sejumlah rencana serangan teroris dengan menargetkan warga AS dan Barat," demikian penjelasan peringatan tersebut.

Hak atas foto EPA
Image caption Kastil kuno Tentara Perang Salib di kota Karak yang terletak sekitar 140 km di sebelah selatan ibukota Amman.

Yordan selama ini dipandang AS sebagai mitra utama dan pemain penting di wilayah regionl untuk ikut memerangi kelompok militan ISIS.

Kelompok jihad dilaporkan berada di balik serangan mematikan hari Minggu (18/12) lalu di pusat kota Karak yang menewaskan lebih dari 10 orang.

Selain menewaskan tujuh orang anggota pasukan keamanan Yordania, serangan itu juga menyebabkan seorang turis asal Kanada tewas.

Para penyerang melepas tembakan ke arah dua patroli posisi di Kastil kuno Tentara Perang Salib di kota tersebut, yang terletak sekitar 140 km di sebelah selatan ibukota Amman.