Donald Trump berjanji menutup Trump Foundation yang kontroversial

Pam Bondi dengan Donald Trump pada Agustus 2016 Hak atas foto AP
Image caption Pembayaran yang dilakukan oleh Trump pada Jaksa Wilayah Florida Pam Bondi (kiri) tengah diselidiki.

Donald Trump mengumumkan bahwa dia berencana untuk menutup yayasan amalnya, meski penyelidikan terhadap operasional yayasan tersebut akan berlanjut.

Presiden terpilih AS tersebut mengatakan bahwa dia ingin menghindari "kemungkinan terlihatnya" konflik kepentingan.

Jaksa wilayah New York tengah menyelidiki dugaan "ketidakpantasan" di yayasan tersebut, yang dibantah oleh Trump.

Kantor jaksa wilayah mengatakan Trump tak bisa menutup yayasan tersebut saat penyelidikan berjalan.

Pernyataan yang diberikan Trump pada Sabtu mengatakan bahwa "yayasan sudah melakukan pekerjaan yang baik selama bertahun-tahun, menyumbangkan jutaan dolar pada kelompok-kelompok yang tak terhitung jumlahnya, termasuk mendukung veteran, petugas penegak hukum dan anak-anak".

"Meski begitu, untuk menghindari kemungkinan terlihatnya konflik dalam peran saya sebagai presiden, saya memutuskan untuk melanjutkan minat kuat saya pada filantropi dengan cara lain".

Trump akan dilantik pada 20 Januari, menggantikan Presiden Barack Obama.

Jaksa Penuntut Umum New York Eric Schneiderman mengatakan pada September lalu bahwa kantornya ingin memastikan bahwa yayasan tersebut "memenuhi hukum yang mengatur badan amal di New York".

"Kami khawatir bahwa Trump Foundation mungkin melakukan ketidakpantasan dari sudut pandang (hukum) itu." kata Schneiderman pada CNN saat penyelidikan.

Media AS mengatakan kantor jaksa New York sudah menyelidiki Trump Foundation setidaknya sejak Juni lalu, saat mereka menanyakan secara resmi donasi yang dilakukan oleh badan amal tersebut untuk sebuah kelompok yang mendukung Jaksa Penuntut Umum dari Partai Republik, Pam Bondi pada 2013.

Pembayaran sebesar $25.000 atau sekitar Rp300 juta lebih dilakukan saat kantor Bondi dilaporkan akan melakukan penyelidikan penipuan yang dilakukan Trump University.

Penyelidikan atas pemerasan tersebut tak pernah terjadi, meski Bondi membantah bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh sumbangan yang dia terima.

Berdasarkan laporan, pembantu Trump sudah mengakui bahwa sumbangan tersebut adalah kesalahan dari pencatatan keuangan.