Gadis Chibok yang dibebaskan berkumpul dengan keluarga pada Hari Natal

The 21 Chibok girls released by the militant group Boko Haram have returned home for Christmas
Image caption Foto kepulangan gadis Chibok yang diberikan secara eksklusif untuk BBC.

Lebih dari 20 "gadis Chibok" Nigeria yang dibebaskan oleh kelompok Islamis Boko Haram pada Oktober lalu sudah berkumpul kembali dengan keluarga mereka pada Hari Natal.

Ini adalah untuk pertama kalinya mereka kembali ke rumah setelah diculik dari sekolah mereka di Chibok pada April 2014 lalu.

Mereka dibebaskan Oktober lalu setelah Swiss dan Palang Merah Internasional membuat kesepakatan dengan Boko Haram.

Sejak itu, 21 gadis ini berada di lokasi rahasia untuk proses debrief oleh pemerintah Nigeria.

Salah satu gadis tersebut, Asabe Goni, 22, mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa ini adalah suatu "keajaiban" bahwa dia bisa berada di rumah lagi.

Saat membantu ibunya bersiap untuk Natal, Goni mengatakan bahwa dia tak sabar pergi ke gereja pada Hari Natal.

"Saya tidak tahu apakah saya akan pulang. Saya sudah tak berharap bisa pulang lagi."

Dari 276 pelajar yang diculik, 197 orang dilaporkan masih hilang, dan negosiasi untuk melepaskan mereka masih berlangsung.

Hak atas foto Getty AFP
Image caption Gadis-gadis yang diculik pada foto Mei 2014, sesaat setelah mereka diculik.

Banyak dari gadis-gadis Chibok tersebut adalah penganut Kristen, namun mereka didesak untuk menganut Islam dan menikahi para penculik mereka dalam penangkapan.

Goni mengatakan bahwa sebagian dari mereka dicambuk karena menolak menikah, tapi selain itu mereka diperlakukan dengan baik dan diberi makan, sampai baru-baru ini, ketika stok makanan berkurang.

Setelah kesepakatan Oktober lalu, para penculik gadis-gadis itu mengatakan mereka yang mau dibebaskan harus berbaris.

Goni terlalu lemah dan lelah untuk bergerak ketika yang lain berebutan berbaris - namun kemudian dia sadar bahwa dia termasuk beberapa yang beruntung bisa dibebaskan.

"Saya terkejut ketika mereka mengumumkan bahwa nama saya ada dalam daftar," katanya.

Namun kegembiraannya langsung surut ketika dia dipaksa meninggalkan sepupunya, Margaret, yang dekat dengannya sejak kecil.

Perempuan muda tersebut diwawancara di rumah keluarganya di kota Yola di utara, dikelilingi oleh ayahnya, ibu tirinya, lima saudara dan beberapa tetangga.

"Beberapa gadis yang ditinggalkan mulai menangis," kata Goni. "Namun pria-pria Boko Haram mulai menghibur mereka, dan mengatakan bahwa giliran mereka untuk pulang akan datang suatu hari nanti."

Sebelum pelepasan mereka, sejauh ini hanya ada satu rilis yang terkonfirmasi tentang pelajar yang diculik dari Chibok.

Hak atas foto AP
Image caption Kerabat gadis Chibok yang dibebaskan pertama bertemu pada Oktober 2016 saat mereka dibebaskan.
Image caption Para gadis Chibok kembali ke rumah mereka untuk pertama kalinya sejak penculikan April 2014.

Pada 24 Desember, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan bahwa tentara sudah mengusir milisi Boko Haram dari kamp terakhir yang menjadi posisi terkuat mereka di hutan Sambisa.

"Para teroris ini sudah kabur dan tak lagi punya tempat bersembunyi," kata Buhari dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara terlibat dalam operasi militer berat di hutan, yang dulunya adalah suaka margasatwa era kolonial di negara bagian Borno di timur laut Nigeria.

Muncul spekulasi bahwa sebagian dari gadis-gadis Chibok tersebut ditahan di dalam hutan, setelah lokasi tersebut disebut oleh beberapa gadis yang melarikan diri.

Buhari mengatakan bahwa upaya penyelamatan gadis-gadis lainnya sedang diintensifkan.

Topik terkait